Warga Luwu Ini Kehilangan Rumah Akibat Banjir, Suaminya Belum Tahu
Menurut Eki, suaminya yang bernama Minggu, pada Senin pagi, beberapa jam sebelum kejadian, ke gunung untuk berkebun dan belum kembali.
Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUWU.COM, BUA PONRANG - Eki, ibu muda warga Dusun Wae Rapa, Desa Balutan, Kecamatan Bua Ponrang (Bupon), Kabupaten Luwu, hanya bisa mengelus dada melihat rumahnya beserta seluruh perabotan hilang tersapu banjir bandang pada Senin (24/4/2017) malam.
Dia makin sedih karena peristiwa itu hingga kini belum diketahui suaminya.
"Rumah saya hanyut dibawa banjir, untung saya sama anak masih sempat selamatkan diri dan mengungsi ke rumah tetangga," ujar Eki, kepada tribunluwu.com, Rabu (26/4/17).
Menurut Eki, suaminya yang bernama Minggu, pada Senin pagi, beberapa jam sebelum kejadian, ke gunung untuk berkebun dan belum kembali.
Sehingga dia belum mengetahui kejadian yang menimpa keluarganya.
"Sudah dua hari'mi suamiku naik ke gunung, sampai sekarang belum dia tahu kalau rumah hanyut," tambahnya.
Dia tidak bisa mengabari suaminya karena tidak memiliki alat komunikasi handphone.
Eki hanya bisa mencari barangnya yang hanyut terbawa arus banjir yang tersangkut di kebun warga sekitar.
"Tidak ada barang sempat saya selamatkan, pakaianku saja ini yang penuh lumpur saya ambil di kebun tersangkut, ada juga saya dapat panci, wajan dan ember, itu saja yang ada sekarang," jelasnya.
Dia berharap Pemerintah setempat memberinya bantuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/banjir_20170426_233433.jpg)