Ini Cara Kemenang Sulsel Atasi Krisis Ulama
"Bagi kami di Kemenag sejumlah program pendidikan sudah dipersiapkan dan diterapkan"
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Merayakan haul ulama menjadi tradisi pesantren untuk mengenang sosok ulama diiringi doa dari santri dan umat kepada gurunya.
Tradisi ini yang hendak dipelihara sehingga para santri dan ulama serta jamaah di Kota Makassar menggelar haul enam tahun berpulangnya ulama besar, Anre Gurutta Haji (AGH) Al-Allamah Nashirus Sunnah, Muhammad Nur pada, Minggu (23/4/2017) di Masjid Taqwa Bontoala Makassar.
Terlepas dari kegiatan itu, Kepala Kantor Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir melihat beberapa tahun terakhir, Sulsel yang merupakan gudangnya ulama, saat ini mengalami krisis ulama.
Baca: Kemenag Sulsel Buka Rekrutmen Calon Petugas Haji, Ini Persyaratannya dan Caranya
Baca: Menteri Agama Buka Raker Kemenag Sulsel
Saat ini di Sulsel jumlah Ulama bisa dihitung jari, seperti AGH Muhammad Asad Sengkang, AGH Abdurrahman Ambo Dalle Barru, AGH Jamaluddin Assegaf Puang Ramma Makassar, AGH Muin Yusuf Sidrap, AGH Abdullah Pabbaja Parepare, AGH Malik, AGH Haritsah, AGH Daud Ismail Bone, dan AGH Rusdi Ambo Dalle.
"Saatnya mencari solusi bagaimana mencetak calon ulama. Krisis ulama ini harus segera dicarikan solusi, bagi kami di Kemenag sejumlah program pendidikan sudah dipersiapkan dan diterapkan," kata Wahab melalui rilis yang diterima Tribun Timur, Senin (24/4/2017).
Hal ini penting, sehingga alumni lepasannya sudah memiliki dasar dan potensi untuk mengembangkan diri dan keilmuannya minimal mendekati yang dimiliki oleh ulama kita utamanya dalam hal pembacaan dan pengkajian kitab kuning yang selama ini menjadi bahan rujukan keilmuan ulama kita dahulu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nagd_20170424_201952.jpg)