Ini Makna Hari Kartini Bagi Bendahara PB HPMT Jeneponto
Sosok perempuan pejuang yang menjadi pejuang perempuan di Indonesia ditangapi beragam oleh perempuan milenials saat ini.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNJENEPONTO.COM, JAKARTA - Kisah perjuangan Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal Ibu Kartini diperingati setiap tanggal 21 April.
Sosok perempuan pejuang yang menjadi pejuang perempuan di Indonesia ditangapi beragam oleh perempuan milenials saat ini.
Seperti diungkapkan Samsudiarti Sudirman (25), Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Pelajara Mahasiswa Turatea (PB HPMT) kepada TribunJeneponto.com via line, Sabtu (22/04/2017).
Menurut ketua Korps HMI Wati Cabang Gowaraya priode 2011-2012 itu, Raden Ajeng Kartini adalah pejuang pendidikan.
"Semangat Kartini untuk membebaskan perempuan dari belenggu patriarki akibat minimnya akses pendidikan untuk perempuan pribumi kala itu patut untuk kita jadikan sebagai panutan," ujar gadis kelahiran Jeneponto 20 Juni 1991 itu.
Sebagai generasi perempuan saat ini, menurut Diarti sapaannya, harus memaknai itu untuk terus berfikir maju mengembangkan kualitas keilmuan.
"Perjuangannya pun berbeda, bukan lagi berjuang untuk mendapatkan hak pendidikan, tapi generasi muda saat ini berjuang untuk berlomba-lomba meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, karena pendidikan adalah kehidupan," ujar Diarti.
Saat ini, Diarti sedang sibuk mengurus penyelesaian studinya di pasca sarjana jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/samsudiarti-sudirman_20170422_134323.jpg)