Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alumni HMI di Makassar Kecam Oknum Ormas yang Bubarkan Paksa Diskusi Lentera Negeri

Mereka yang mengecam Sirajuddin Al Qurtuby, drg Ardiansyah Pawinru SpOrt dan Hartono Sutrisno.

Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
FB Lentera Negeri
Komunitas Lentera Negeri 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kecaman terhadap oknum ormas yang membubarkan paksa diskusi disertai penganiayaan dan perampasan laptop milik pembicara dan peserta diskusi yang digelar Lentera Negeri kian meluas.

Kecaman tersebut kali ini disampaikan secara terpisah sejumlah alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar melalui media sosial.

Di antaranya Sirajuddin Al Qurtuby, drg Ardiansyah Pawinru SpOrt dan Hartono Sutrisno.

Mereka yang kesemuanya alumni Universitas Hasanuddin tersebut menilai tindakan pelaku jelas pelanggaran hukum. Karena itu wajib polisi mengusut dan memproses hukum para pelaku.

BACA juga: Aktivis Lentera Negeri Dianiaya dan Diskusinya Dibubarkan Paksa, Ini Desakan LBH Makassar

Ardiansyah yang juga dokter gigi spesialis ortodonsia itu menulis di akun facebooknya sebagai berikut:

“Saya mengenal betul Lentera Negeri ini. Fokus pada pendidikan anak di bawah garis kemiskinan, clean dan clear dari Syiah. Saya pun sangat mengenal Kanda Syahid Arsjad, dosen FT-UH ini adalah senior sekaligus pendiri Lentera Negeri ini bukan penganutnya. Saya adalah Lentera Negeri #saveLenteranegeri. ASP”

Sedangkan Sirajuddin menulis,” Suruh itu jamaah yang bubarkan paksa diskusi yang digelar Lentera Negeri dan memukul serta merampas laptop aktivis Lentera Negeri minta maaf kepada korban. Syahid Arsyad itu sunni tulen. Yang sebut dia itu syiah, fitnah besar.”

Sementara Hartono Sutrisno sekaligus pendiri salah sekolah dasar Islam terpadu di Kabupaten Gowa menulis,” ...Ini yang ummat tidak pahami. Sebagian besar beragama dengan emosional dan menjauhkan diri dari rasionalitas. Hausnya berjalan seimbang agar menuai Rahmat,"

Pernyataan tersebut merespon insiden yang terjadi di Volunteer Coffee, BTN Antara, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Kamis (13/4/2017) malam lalu.

Malam itu berlangsung diskusi yang digelar Lentera Negeri di Volunteer Coffee. Peserta diskusi didominasi mahasiswa.

Pembicaranya Syaharuddin Abbas, alumni Sastra Arab Unhas sekaligus alumni short course University of Al-Ma’had, Al-Islaamy Al-Aly, Karbala, Irak.

Syaharuddin yang juga hafidz ini sehari-hari mengajar di Pesantren Nurul Junaidiyah Luwu Timur. Pesantren ini diasuh Ketua NU Luwu Timur (Lutim) sekaligus pengurus MUI setempat

Sesuai tema, diskusi ini membahas bagaimana proses mendapatkan beasiswa, pengalaman saat berangkat kuliah hingga beradaptasi di luar negeri.

Namun saat diskusi baru berlangsung sekitar 30 menit, tiba-tiba datang sekelompok orang tak dikenal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved