Novel Baswedan Diteror, Ini 5 Permintaan Peradi Makassar
Pertama, Polri harus segera mengusut tuntas aksi teror tersebut dan menangkap para pelaku serta aktor intelektualnya ke meja hijau.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Makassar ikut mengecam keras insiden penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.
Peradi menilai insiden tersebut merupakan aksi teror yang ada kaitannya dengan kasus-kasus mega korupsi yang ditanganinya Novel selaku penyidik senior di KPK.
“Teror terhadap Novel Baswedan adalah kejahatan yang sangat keji dan pelakunya harus diusut tuntas oleh kepolisian,” tulis Ketua DPC Peradi Makassar M Jamil Misbach SH MH melalui rilisnya via whatsApp, Rabu (12/4/2017).
Novel disiram air keras usai pulang salat subuh di Masjid Al-Ihsan yang berjarak 30 meter dari rumahnya, Selasa (11/4/2017). Pelaku diduga berjumlah dua orang yang kini masih diburu oleh pihak kepolisian.
Terkait insiden tersebut, Peradi Makassar mendesak:
Pertama, Polri harus segera mengusut tuntas aksi teror tersebut dan menangkap para pelaku serta aktor intelektualnya ke meja hijau.
Kedua, Presiden dan jajarannya perlu memberi perhatian, dukungan dan perlindungan yang lebih kuat kepada pimpinan KPK dan seluruh penyidiknya dan stafnya agar tetap dapat menjalankan tugas pemberantasan korupsi sesuai dengan mandat kelembagaan KPK.
Ketiga, pemerintah juga perlu mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mendukung pemeriksaan pihak-pihak yang diduga terlibat kasus korupsi, termasuk kasus mega-korupsi e-KTP yang sedang ditangani KPK.
Keempat, Peradi mengajak seluruh masyarakat luas untuk terus memberikan dukungan kepada KPK untuk tetap memiliki keberanian, integritas dan komitmen kuat dalam memberantas korupsi di Indonesia.
Kelima, Peradi Makassar berharap agar aksi teror serupa tidak terjadi kembali pada kemudian hari, baik terhadap KPK juga terhadap seluruh pihak yang bekerja untuk menjalankan agenda pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jamil-misbach1_20160629_172116.jpg)