Inilah Sosok yang Antar Zakir Naik ke Makassar Pakai Pesawat Pribadinya dan Inapkan di Hotelnya
Perjalanannya ke "Kota Daeng" terbilang istimewa sebab dia tak menggunakan alat transportasi umum.
“Saya sebelumnya menjadi seorang dokter. Tetapi saya mempelajari Alquran. Saya menyadari profesi dokter bukanlah yang terbaik," ujar Zakir.
Zakir melanjutkan, dirinya merasa profesi terbaik adalah yang saat ini sedang dijalaninya yakni seorang dai.
“Tapi profesi terbaik adalah menjadi seorang dai. Akhirnya saya berhenti menjadi dokter,” katanya.
Menariknya pula, Zakir Naik datang ke Indonesia atas biaya sendiri.
Dikutip dari keterangan panitia yang dimuat pada laman Suara-Islam.com, pakar teologi itu juga tak meminta uang honorarium kepada panitia.
Permintaannya hanya akomodasi selama di Indonesia, jumlah peserta yang banyak, sound system yang bagus, dan jaminan keamanan selama acara berlangsung.
Sebelumnya, pada April 2016, Zakir Naik sempat dikabarkan diagendakan menjadi narasumber pada talk show ‘Comparative Religion, Shining Beyond Borders’ dalam rangka milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ke-35.
Namun, belakangan panitia talk show batal menghadirkan Zakir Naik karena alasan padatnya agenda.