Zakir Naik Ceramah di Makassar
Ditanya Seorang Murtad, Ini Jawaban Zakir Naik
Salah satu peserta non-muslim asal Myanmar, lalu maju dan bertanya kepada Zakir Naik.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
Saat tampil membawakan ceramahnya, Zakir Naik jadi sorotan kamera jurnalis dan warga.
Namun, tak semua orang bisa seenaknya merekam ceramah ulama asal India tersebut.
Apalagi dengan menggunakan handphone.
Mengapa demikian?
Berdasarkan cerita Ippho Santosa, orang yang menemani Zakir Naik di Indonesia, dai ini memang dikenal sangat detail soal performance terutama sound system dan sorot kamera.
Bahkan Zakir Naik tak segan-segan mendatangi ruangan kamera untuk memastikan semuanya berjalan sesuai keinginannya.
Ippho Santosa mencotohkan saat putra Zakir Naik, Farid Naik membawakan ceramah pembuka, Zaklir Naik memantau performance putranya itu di ruang kamera hampir setengah jam.
“Di ruang kamera, sy turut menemani Dr #ZakirNaik. Bantu terjemah. Ada 10 kamera yg menyorot, satu per satu ia arahkan. Dgn pelan, dgn detail,” tulis Ippho melalui akunnya pada Twitter.
Humas Zakir Naik Visit Indonesia 2017, Budhi Setiawan juga membenarkan hal itu.
Menurutnya, Zakir Naik sangat memahami dan memperhatikan hal-hal teknis, mulai dari sound system, hingga tata panggung.
Jika dirasakan kurang, ia turun tangan, dan meminta tim teknisi untuk memperbaiki sound system.
“Zakir Naik memang sangat detail dan perfect jika sudah melakukan pelayanan kepada umat. Ia tidak ingin main-main. Ia ingin orang yang bekerjasama dengannya harus orang yang profesional,” kata Budhi Setiawan.
Di Yogya misalnya, ia berhenti bicara karena ada kesalahan teknis atau ada feedback.
Ia menegur panitia berkali-kali.
Hal ini bisa saja jadi masalah sebab orang harus mendengar baik-baik agar memahami bahasa Inggris dengan dialek Indianya.