Beberapa Hari Lagi Nama Kabupaten Mamuju Utara Dihapus, Ini Gantinya

Tim verifikasi berada di Mamuju Utara pada tanggal 22 Maret 2017 untuk melakukan peninjauan lapangan dan rapat koordinasi bersama jajaran Pemkab Matra

Beberapa Hari Lagi Nama Kabupaten Mamuju Utara Dihapus, Ini Gantinya
nurhadi/tribunsulbar.com
Rapat koordinasi verifikasi lapangan terhadap izin prakarsa penyusunan rancangan peraturan pemerintah tentang perubahan nama Kabupaten Mamuju Utara menjadi Kabupaten Pssangkayu di ruang pola Kantor Bupati Matra, Rabu (22/3/2017) 

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Perubahan nama Kabupaten Mamuju Utara menjadi Kabupaten Pasangkayu tidak lama lagi akan terealisasi. Pasalnya, tim verifikasi yang berasal dari tiga kementerian yaitu Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Sekretaris Negara telah menyatakan memenuhi syarat.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh tim verifikasi setelah tim mereka melakukan peninjauan langsung di lapangan dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

Tim verifikasi berada di Mamuju Utara pada tanggal 22 Maret 2017 untuk melakukan peninjauan lapangan dan rapat koordinasi bersama jajaran Pemkab Matra.

Asisten Deputi Bidang Koordinasi Hukum, Kemenko Polhukam, Hendi Susilowardoyo selaku ketua tim verifikasi mengatakan, pada dasarnya usulan perubahan nama kabupaten ini telah direkam secara administrasi di Jakarta dan sudah dikoordinasikan dengan lembaga terkait baik eksekutif maupun legislatif.

“Saya punya kesan atau penilaian, apa yang kami dapatkan pada rapat-rapat di pusat itu sejalan dengan kondisi di lapangan. Olehnya itu, ini sebagai bahan masukan kepada pimpinan, kiranya dapat disetujui izin prakarsa ini", ujarnya melalui rilis Humas Pemkab Mamuju kepada TribunSulbar.com, Rabu (5/4/17).

Rekomendasi dari tim verifikasi menjadi poin penting dalam percepatan proses perubahan nama. Karena akan menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan di tingkat pusat baik menteri maupun presiden untuk menyetujui usulan perubahan nama tersebut.

Tiga menteri dari kementerian terkait akan memaraf dokumen pengusulan perubahan nama, lalu selanjutnya Sekretaris Kabinet akan membawa dokumen tersebut ke presiden untuk ditandatangani.

Menurut Bupati Matra, H Agus Ambo Djiwa, pengusulan perubahan nama kabupaten ini tidak merubah substansi undang-undang pembentukan Kabupaten Mamuju Utara. Karena tidak ada pasal yang berubah pada undang-undang tersebut. Hanya pada PP (peraturan pemerintah) yang merupakan penjabaran dari UU yang mengalami perubahan pada beberapa pasal.

“Ada empat pasal yang akan berubah di PP. Ini tidak akan mempengaruhi substansi dari PP maupun undang-undang. Kuncinya ada di Pak Pramono (sekretaris kabinet). Kalau beliau cepat membawa ke presiden, maka perubahan nama juga akan menjadi cepat,”papar Agus Ambo Djiwa

Secara khusus, lanjut Agus, pihaknya sangat berharap agar perubahan nama itu sudah terealisasi pada saat Hari Jadi Matra ke-14 pada tanggal 18 April 2017. Jadi, ia berharap presiden bisa menandatangani persetujuannya sebelum tanggal 18 April tersebut.

“Kita berharap nama kabupaten sudah berubah saat hari jadi tanggal 18 April. Tapi, kita juga tidak bisa memaksakan keadaan. Kalau presiden belum bisa menandatangani sebelum 18 April, maka tentu saja kita harus menunggu setelah hari jadi,” kata Ketua DPD PDIP Sulbar ini.

Saat rapat koordinasi dengan tim verifikasi di ruang pola Kantor Bupati Matra, Pasangkayu, Agus mengungkapkan nostalgia beberapa tahun silam, saat ia dan rekan-rekannya berjuang membentuk Kabupaten Pasangkayu, melepaskan dari kabupaten induknya yaitu Mamuju.

Menurutnya, sejak awal memang nama yang direncanakan adalah Kabupaten Pasangkayu, bukan Mamuju Utara. Tapi, karena berkaitan dengan hal politis, maka Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Mamuju Utara yang diketuai oleh Agus Ambo Djiwa memilih mengalah dan tetap mencantumkan nama Mamuju pada kabupaten baru hasil pemekaran tersebut dan terpaksa menghilangkan nama Pasangkayu.

“Saat itu, kita terlibat langsung pada saat perjuangan. Dulu kami di tim komite aksi rapat dalam kondisi serba terbatas. Kita hanya rapat di kantor kecamatan yang fasilitasnya sangat terbatas. Dulu jalannya masih berdebu, jembatannya masih pohon kelapa. Mobil-mobil juga tidak semewah sekarang. Alhamdulillah dengan niat yang sama menyatukan konsep dan sikap kita untuk kembali mewujudkan komitmen perjuangan untuk memberi nama Kabupaten Pasangkayu," ungkap Agus.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved