Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DLH Makassar Uji Coba Gas Metana TPA Tamangapa

Ada lima pipa gas yang ditancapkan DLH Makassar, titiknya berada di kawasan zona (sampah) non aktif.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar saat ini sedang mengujicobakan gas metana yang ada didalam gunungan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa. Uji coba gas metan ini akan berlangsung selama dua pekan kedepan. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

 TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar saat ini sedang mengujicobakan gas metana yang ada didalam gunungan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa. Uji coba gas metan ini akan berlangsung selama dua pekan kedepan.

Hanya saja, Kadis DLH Makassar Andi Gani Sirman saat ini mengaku mengalami kesulitan saat uji coba dihari pertama, Senin (3/4/2017) siang tadi

"Tadi saat kita cari sumber gasnya tiba-tiba hujan, sehingga uji coba kami tunda dulu," ujar Gani Sirman.

Baca: Setiap Hari, Camat Manggala Kontrol Penataan TPA Antang

Menurut Gani Sirman, jika uji coba ini berhasil, tentunya akan berdampak baik bagi masyarakat sekitar TPA Tamngapa.

Sumber api dari gas tabung elpiji yang saat sekarang ini digunakan masyarakat untuk keperluan memasak, akan tergantikan dengan gas metan dari TPA Tamangapa.

"Dari pada terbuang sia-sia gasnya, lebih baik kita kelola dengan menjadikan sumber pengapian," kata mantan Kadis Koperasi Makassar ini.

Baca: Agar Tidak Bau, di Atas Sampah TPA Antang Akan Ditanami Mahoni

Saat gas metan ini berhasil, DLH Makassar rencana akan menyalurkannya ke pemukiman padat.

Lanjut Gani Sirman, saat ini sudah ada pipa yang tertancap di sumber gas metana ini.

Ada lima pipa gas yang ditancapkan DLH Makassar, titiknya berada di kawasan zona (sampah) non aktif.

"Saya hanya berharap doa dan dukungan semua pihak, semoga apa yang kami lakukan ini berjalan lancar," Gani menambahkan.

Diketahui, emisi gas metana berasal dari alam seperti lautan, lapisan es permanen, tanah-tanah yang gembur, serta berasal dari aktivitas manusia.

Metana yang dihasilkan akibat aktivitas manusia merupakan salah satu penyumbang metana yang terbesar yang khususnya berasal dari pembakaran tanaman organik (pembakaran tumbuhan untuk membuka lahan dan pemanfaatan lahan) serta industri peternakan.

Metana dari sektor industri pertambangan batu bara, kilang minyak, dan kebocoran saluran pipa gas dapat diminimalkan melalui perubahan dan kemajuan teknologi.

Akan tetapi metana dari industri peternakan merupakan penyumbang emisi terburuk dan terbesar dari aktivitas manusia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved