Headline News Hari Ini
Awas! “Pertamini” Lebih Rawan Meledak
PT Pertamina dan tim penyidik gabungan Polri hingga Rabu (8/3) masih melanjutkan penyidikan terpisah terkait ledakan SPBU di Maros
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR– PT Pertamina Marketing Regional VII Sulawesi dan tim penyidik gabungan Polri hingga Rabu (8/3) masih melanjutkan penyidikan terpisah terkait ledakan tangki penampungan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.90515 Patung Kuda Maros, Selasa (7/3/2017) malam lalu.
Dari Pertamina menurunkan Tim Health Safety Security & Environment (HSSE) Pertamina.
Sedangkan dari Polri menurunkan tim Laboraturium Forensik (Labfor) dari Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dan Polres Maros.
SPBU ini ditutup hingga waktu tak terbatas. Risiko dan semua biaya akibat kejadian ini, termasuk biaya pengobatan korban, ditanggung pihak pemilik SPBU.
Baca: VIDEO CCTV: Detik-detik Ledakan di SPBU Maros
Penyidik sudah memeriksa pemilik SPBU Hajjah Marlina dan serta dua manajernya.
Hasil penyidikan pihak pertamina akan disinkronkan dengan temuan forensik dari Mabes Polri, sebelum diumumkan ke publik dan jadi rekomendasi preventif bagi pengelola SPBU, agar insiden serupa tak berulang.
Baca: Empat Korban Ledakan SPBU Maros Masih Kritis di RS Wahidin
Dari data sementara yang dikumpulkan, pasca-insiden ini, Pertamina akan lebih memperketat penerbitan izin operasional SPBU/ “Kita lebih ketat, dan kontrol K3 lebih intensif lagi,” Area Manager Communications and Relations Pertamina Mor VII, Hermansyah Y Nasroen, Rabu (8/3).
Berita selengkapnya dapat dibaca pada edisi cetak Harian Tribun Timur, Kamis (9/3/2017) hari ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/melakukan-olah-tkp_20170308_140757.jpg)