Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muhammad Nasrul Pengusaha Kripik asal Pangkep Beromzet Rp 35 Juta/Bulan

Saat menjalani kuliah selama 3 semester, ia memutuskan berhenti kuliah, dan balik kampung.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Muhammad Nasrul 

"Kepiting sojo ini kami inovasi dengan membuatkan sarinya untuk kemudian diolah menjadi kerupuk. Kami coba pasarkan dan ternyata laris manis. Awalnya pemasaran hanya di warung-warung sekitar rumah sini dan sekolah-sekolah. Sekarang sudah dijual kemana-mana, termasuk di Makassar sampai luar keluar kota.”jelas nasrul.

Selain puang crab Ada juga produk andalan lainnya seperti Arung Bolu, my agara dan kacang bandeng, harganya pun cukup terjangkau berkisar Rp 8 ribu-Rp 10 ribu/bungkus.

Pada awal usaha, sebulan omzet usaha kelompok milikn Nasul bisa mencapai Rp 7 juta - Rp 18 juta. Produknya pun tidak lagi hanya sebatas produksi dari Kelompok Cahaya Desa, tapi juga dari produk mitra usaha mereka, kelompok-kelompok lain yang ada di Kecamatan Ma’rang.

“Alhamdulillah sekarang sudah mempekerejakan 28 orang dan semuanya merupakan ibu - ibu yang tinggal di daerah pesisir Desa Pitue, mereka membantu perekonomian suaminya yang notabene merupakan seorang nelayan, awalnya suaminya tidak setuju bahkan ada yang datang memaki maki saya, katanya jangan ajak lagi istri saya ketempat ini kerja seperti ini, namun itu dulu sebelum pemikiran mereka terbuka," katanya.

Tetapi setelah mereka melihat hasilnya ternyata cukup bagus dan bisa meningkatkan perekonomian keluarga, akhirnya mereka pun setuju.

Sekarang dia sudah beromzet Rp 35 juta perbulan, dengan Jumlah anggota kelompok 25 orang, kelompok perempuan yang dibina18 kelompok, dan Jumlah perempuan yang digerakkan 210 orang.

Dan akhirnya tiga mimpinya telah terwujud. Melanjutkan kuliah dengan isi dompet sendiri, mensejahterakan perempuan pesisir.

"Dan sekarang bisama kasi naik Tanah Suci Ibuku. Tahun lalu sudah saya bayar, insha Allah 3 tahun ke depan sudah bisa haji," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Saat ini Cahaya Desa Menjadi Model Percontohan Pengolahan produk perikanan dan kelautan di Pangkep. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved