Tak Terima Rambutnya Dipotong, Siswa SMAN 1 Polut Takalar Bakar Ban
Aksi tersebut diredam oleh anggota patmor dan Kapolres Takalar yang tiba ditempat kejadian dan melakukan mediasi bersama guru dan siswa.
Penulis: Reni Kamaruddin | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNTAKALAR.COM, POLONGBANGKENG UTARA - Siswa SMAN 1 Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, Sulsel, unjuk rasa di halaman sekolahnya, Kelurahan Maronde, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Senin (27/2/2017) sekitar pukul 10.30 Wita.
Siswa memprotes aturan yang diberlakukan oleh sekolah, yaitu sepatu yang digunakan siswa harus seragam berwarna hitam, dilarang membawa telepon genggam ke sekolah atau menggunakannya saat jam pelajaran berlangsung, serta wajib memelihara kerapian rambut.
Unjuk rasa dipicu adanya beberapa siswa yang rambutnya dipotong oleh guru.
Aksi tersebut berlangsung anarkis karena siswa melempar batu ke atap sekolah, membakar ban, hingga membuat spanduk dan menulis penolakan peraturan yang diterapkan oleh sekolah.
"Siswa yang melakukan demo karena mereka mau mengubah aturan sekolah yang tidak mengizinkan membawa handphone, dan rambut harus rapi. Selain itu mereka juga minta agar diberi Kartu Indonesia Pintar (KIP) namun tidak beri karena perilakunya tidak baik di sekolah," jelas Danramil 1426-01/Polut, Kapt Inf Supriyadi.
Satu unit kendaraan roda dua rusak kena lemparan batu.
Aksi tersebut diredam oleh anggota patmor dan Kapolres Takalar yang tiba ditempat kejadian dan melakukan mediasi bersama guru dan siswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/polut_20170227_190527.jpg)