Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Omzet Bank Sampah Balikota Capai Rp 20 Juta Per Bulan

Sedikitnya 4.000 pegawai Pemkot Makassar menabung sampah di Bank Sampah Balaikota.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/SALDY
Kepala Bagian Perlengkapan Makassar, Aidhil Adha 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pegawai Pemkot Makassar tiap hari menabung sampah di Bank Sampah yang dikelola Bagian Perlengkapan Pemkot Makassar. Sampah itu ditukar dengan uang dan kebutuhan rumah tangga.

Kepala Bagian Perlengkapan Makassar Aidhil Adha mengatakan, sedikitnya 4.000 pegawai Pemkot Makassar menabung sampah di Bank Sampah Balaikota.

Harganya mulai dari Rp 700 hingga Rp 4.000 perkilonya.

"Tergantung sampahnya, kalau kertas yaa murah-murah. Tapi kalau almanium itu mahal-mahal," ujarnya.

Saat ini, omzet perbulan Bank Sampah Balikota mencapai Rp 20 juta perbulan, sedangkan sampah yang didrop ke Bank Sampah pusat seberat 10 ton.

Tidak hanya uang, sampah yang disetor di Balaikota bisa di tukar dengan beras sabun cuci, es krim, dan gula.

Namun yang banyak diminti oleh pegawai yakni ditukar dengan beras dan tabungan uang.

Adapun penyetoran sampah ini itu akan dicatat disetiap buku nasabah Bank Sampah yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Kota. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved