Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengejutkan! Temuan Baru Tunjukkan Titanic Tenggelam Bukan Akibat Tabrak Gunung Es tapi Ternyata

Jika selama ini Titanic dianggap tenggelam karena bertabrakan dengan gunung es, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa

Editor: Edi Sumardi
EXTREMETCH
Titanic 3D 

TRIBUN-TIMUR.COM - Titanic adalah satu di antara kapal paling bersejarah kerena kisah kecelakaannya pernah diangkat menjadi film yang begitu laris.

Jika selama ini Titanic dianggap tenggelam karena bertabrakan dengan gunung es, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kemungkinan kapal Titanic ditenggelamkan oleh alien.

Tim eksplorasi Samudra Atlantik berhasil menemukan bangkai Kapal Titanic pada tahun 1985.

Bangkai itu terletak di dalam laut selama 73 tahun.

Saat para peneliti menjelajahi bangkai kapal, mereka menemukan lubang bulat besar berdiameter 90c, pada dinding lambung di sisi kanan depan.

Para penjelajah merasa bingung karena lubang ibu berbentuk bulat sempurna.

Tepiannya rapi dan licin seperti dipotong oleh mesin pemotong baja.

Setelah diselidiki oleh para ahli kapal perang angkatan laut dan kelompok ahli internasional, mereka menemukan fakta mengejutkan; lambung Kapal Titanic ternyata diterjang sinar laser sehingga kapal akhirnya kemasukan air dan tenggelam.

[Salah satu adegan dalam film Titanic]

Seorang reporter dari San Fransisco Chronicle juga pernah mengatakan bahwa ia mendapati adanya file rahasia berisi pengakuan kru Titanic yang selamat.

Mereka mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi kecelakaan, mereka berdiri di atas dek kapal dan melihat sendiri beberapa ‘api misterius’ yang bergerak-gerak di permukaan air laut.

Api itu muncul dan menghilang entah dari mana.

Saat diteliti lebih lanjut, peneliti juga menemukan enam foto yang menunjukkan keberadaan delapan benda bercahaya misterius di foto bangkai Titanic.

Awalnya mereka mengira cahaya tersebut mungkin berasal dari ikan.

Tetapi setelah dianalisis dengan seksama, cahaya tersebut justru datang dari benda-benda rak dikenal yang berada di sekitar bangkai Titanic.

Sosok alien anggota Gorn Assassin yang diduga menjadi karakter yang diperankan oleh Joe Taslim
[Ilustrasi sosok alien. STAR TREK BEYOND]

Mungkinkah kapal Titanic memang ditenggelamkan oleh alien?

Titanic II

Titanic jilid II bakal segera mengarungi lautan dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Demikian dilansir Sydney Morning Herald, Senin (30/4/2012).

Raja tambang Australia, Clive Palmer, mengumumkan akan membangun sebuah kapal pesiar supermodern seperti Titanic di China.

Palmer, yang masuk satu dari daftar orang terkaya di Australia dan diperkirakan memiliki kekayaan sebesar 5 miliar dollar AS, mengatakan kini sedang melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan di China untuk membuat Titanic II dengan desain yang sama dengan aslinya.

"Ini akan semewah Titanic yang asli dan tentu saja akan menggunakan teknologi abad 21 dan navigasi terbaik serta sistem keamanan yang mumpuni," jelasnya.

kapal titanic tenggelam
[Kapal Titanic tenggelam.]

Ia mengatakan Titanic II akan melakukan perjalanan pertamanya dari Inggris ke New York akhir tahun 2016.

Kabar ini menguak hanya beberapa pekan setelah peringatan 100 tahun tenggelamnya Titanic yang mengalami kecelakaan usai menabrak gunung es di Lautan Atlantik pada 15 April 1912 dan mengakibatkan lebih dari 1.500 orang tewas.

"Titanic II akan menjadi karya tertinggi dengan kemewahan luar bisa di atasnya dilengkapi ruang olahraga, kolam renang, perpustakaan, restoran kelas atas, serta kabin mewah," katanya. Biaya kapal ini tak disebutkan.

Titanic Angkut Barang dari Indonesia

Selama 100 tahun terakhir, benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’ bertebaran di pantai-pantai Inggris dan Eropa bagian utara.

Seorang warga Inggris mengaku baru memecahkan misteri dari mana benda itu berasal.

Demikian dikutip dari BBC.

Pada musim panas 2012 lalu, Tracey Williams sedang berjalan di pantai dekat rumahnya di Cornwall, Inggris, ketika dia melihat benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’.

Ketika disentuh, benda tersebut terasa kenyal seperti karet.

Williams kembali menemukan benda serupa di bagian pantai lain beberapa pekan kemudian.

Didorong rasa penasaran, dia pun membuat sebuah riset. Tulisan ‘Tjipetir’ ternyata berasal dari sebuah daerah dekat Sukabumi, Indonesia.

Di sana, saat Belanda masih menjajah Indonesia, terdapat sebuah perkebunan karet yang menghasilkan blok-blok persegi.

Pada abad ke-19 dan pertengahan abad ke-20, blok-blok itu digunakan sebagai insulasi kabel telegraf yang melintang di dasar laut.

Temuan itu kemudian diunggah Williams di laman Facebook. Lambat laun banyak orang datang berkunjung ke laman itu dan melaporkan bahwa mereka menemukan blok Tjipetir.

Orang-orang itu tidak hanya tinggal di Inggris, tapi juga Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark.

Tjipetir

Asal blok ‘Tjipetir’ dan mengapa benda itu tersebar di Tropa memunculkan misteri.

“Sebuah surat kabar Prancis meliput kisah ini dan melaporkan bahwa Titanic membawa benda ini. Saya memeriksa manifes kapal Titanic dan menemukan bahwa memang kapal itu membawa benda karet. Spekulasi pun berkembang setelah berita ini tersiar,” kata Williams.

Namun, pada musim panas 2013, Williams menemukan sebuah terobosan.

Dia dihubungi secara terpisah oleh dua orang, yang tidak ingin diungkap identitasnya.

Keduanya merujuk sebuah kapal sebagai sumber blok Tjipetir, yaitu Miyazaki Maru.

Kapal asal Jepang itu ditenggelamkan kapal selam Jerman, U-88, yang dikomandani Kapten Walther Schwieger, pada 31 Mei 1917.

Akibatnya, Miyazaki Maru karam 241 kilometer sebelah barat Kepulauan Scilly, antara Inggris dan Prancis.

Fakta itu diamini Alison Kentuck, seorang pejabat Inggris yang menangani kapal karam di perairan Inggris.

Menurutnya, blok-blok itu berasal dari Miyazaki Maru.

Williams, yang kini menulis buku mengenai blok Tjipetir, mengatakan sebagian besar blok dalam kondisi baik.

Bahkan, ada nelayan yang memakainya untuk talenan.(era baru/intisari/bbc)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved