Ini Kata MUI Enrekang Mengenai Sertifikasi Khatib Salat Jumat

Amin Palmansyah menambahkan, sebagai khatib juga perlu memiliki wawasan keIslaman dan kemampuan komunikasi yang baik.

Ini Kata MUI Enrekang Mengenai Sertifikasi Khatib Salat Jumat
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Enrekang, H. Amin Palmansyah 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Enrekang, H. Amin Palmansyah, angkat bicara terkait wacana sertifikasi khatib salat jumat.

Menurutnya, perlu ada kajian mendalam untuk menerapkan hal tersebut.

"Saya tidak katakan setuju dan tidak juga katakan tidak setuju, karena itu masih sebatas wacana dan diperlukan kajian yang mendalam untuk terapkan hal itu," kata Amin Palmansyah kepadatribunenrekang.com, di Kantor DPRD Enrekang, Jumat (3/2/2017).

Dia menjelaskan, mendengar wacana dari menteri agama, tidak pembatasan terkait khatib.

"Tapi yang disertifikasi adalah materi khotbahnya jangan sampai mengundang konflik di masyarakat," ujar Bapak yang juga merupakan legislator PKS di DPRD Enrekang ini.

Amin Palmansyah menambahkan, sebagai khatib juga perlu memiliki wawasan keIslaman dan kemampuan komunikasi yang baik.

"Kemampuan tersebut diperlukan agar khatib dalam berceramah tidak melenceng dari pembahasan Islam sebagai Rahmatallil Alamin," tutup Amin Palmansyah.

Sebelumnya, Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mewacanakan program sertifikasi penceramah khotbah Jumat.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved