Bocah Kesasar Asal Australia dan India Datang di Makassar
Dia baru sadar saat terbangun pada pagi harinya ketika matahari sudah terbit saat kereta sedang melaju.
Dia berusaha agar ada orang bisa membantunya pulang kembali ke rumahnya di Ganestalay yang jauh itu.
Namun, di tengah usaha itu, dia menemui kendala besar karena bahasa dikuasainya hanya bahasa Hindi, sedangkan masyarakat di Kolkata menggunakan bahasa Bengali.
Saroo yang kesasar kemudian hidup terkatung-katung di kota itu selama beberapa minggu.
Ia harus bertahan hidup dalam kerasnya kehidupan jalanan, bersama anak-anak gelandangan, hingga berjuang lolos dari razia.
Akhirnya, dia diadopsi pasangan suami-istri asal Hobart, Tasmania, Australia.
Itulah awal kisah nyata kehidupan Saroo yang berusaha mencari ibu kandung dan saudaranya selama 25 tahun.
Perjuangan panjang Sarro dituangkan dalam buku ditulisnya sendiri berjudul "A Long Way Home" dan kemudian diadaptasi ke dalam film berjudul "Lion".
Film "Lion" diputar perdana di bioskop XXI, Trans Studio Mall, Makassar, Sabtu (28/1/2017), pada Festival Sinema Australia Indonesia 2017.
Konsulat Jenderal Australia mengundang sejumah orang untuk nonton bareng secara terbatas.
Mereka di antaranya Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto; pengusaha, Andi Idris Manggabarani; serta alumnus perguruan tinggi di Australia.
Turut hadir Konsul Jenderal Australia di Makassar, Richard Mathews sebagai "tuan rumah".
Sebagai bentuk apresiasi, konsulat menghadirkan Saroo.
Usai menonton film berdurasi 118 menit itu, Saroo mengatakan, kisah dituangkan dalam film 90-an persen adalah kisah nyata kehidupannya.
"Keluarga saya sudah memastikan cerita tak dicampur dengan fiksi," katanya.
Baca: Konsulat Jenderal Australia Tayangkan Perdana Lion di Makassar
Lebih lanjut, Saroo mengatakan, dirinya butuh satu tahun untuk menuangkan kisahnya ke dalam buku, sementara adaptasi dari buku menjadi film hingga ditonton saat ini membutuhkan waktu selama empat tahun.
Saroo dalam film itu diperankan Dev Patel.(*)