Legislator Sulsel Minta Pemkab Jeneponto Serius Tangani Kekeringan
Menurut anggota Fraksi PAN itu, ketersediaan air di Waduk Kelara Kareloe itu cukup untuk mengaliri lahan persawahan warga.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos meminta Pemkab Jeneponto serius menangani persoalan kekeringan yang melanda lahan persawahan di Jeneponto.
Menurutnya, kekeringan yang melanda Jenenponto beberapa pekan terakhir bukan disebabkan kurangnya ketersediaan air.
"Di Jeneponto ini sumber air sangat tersedia, untuk membuktikan marilah kita serius melihat kesana (fokus), "kata Syamsuddin saat ditemui tribunjeneponto.com di Jl Pahlawan Kecamatan Binamu, Kamis (26/01/2017).
Menurut anggota Fraksi PAN itu, ketersediaan air di Waduk Kelara Kareloe itu cukup untuk mengaliri lahan persawahan warga.
Namun, banyaknya sedimentasi yang menutup trowongan air yang ada di waduk Kelara itu membuat sejumlah irigasi persawahan tidak teraliri.
"Kendalanya disana, sedimentasi yang tinggi di terowongan air, saya kira pemerintah Jeneponto bisa bertangan besi mengambil alih itu untuk membersihkan dan manfaatnya lansung dirasakan masyarakat, "kata Wakil ketua DPRD Jeneponto itu.
Dirinya pun berharap agar Pemlab Jeneponto serius untuk melakukan pembersihan sedimentasi itu.
"Kalau ada kemauan, kerja untuk itu dan fokus, karena kalau tidak, selamanya Jeneponto ini akan kekurangan air, bagaimana masyarakat bisa sejahtera, "tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah tanaman padi milik warga di Desa Kalumpang Loe kecamatan Arungkeke terancam gagal panen karena tidak terliliri air.
Baca juga: [http://makassar.tribunnews. com/2017/01/25/puluhan-hektar- sawah-di-kalumpang-loe- jeneponto-terancam-gagal-panen ]