Puluhan Hektar Sawah di Kalumpang Loe Jeneponto Terancam Gagal Panen
Kawasan persawahan yang masuk dalam kategori tadah hujan membuat petani bergantung pada aliran air dari irigasi persawahan.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Mahyuddin
TRIBUNJENEPONTO.COM, ARUNGKEKE - Puluhan hektar lahan persawahan mengering di Kampung Palippiri Desa Kalumpang Loe, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto.
Petani di desa tersebut Hania (43) mengatakan, sudah dua bulan desanya tidak diguyur hujan.
"Maumi masuk dua bulan ini tidak ada hujan, terakhir waktu maulidiji itu hari," kata Hania kepada TribunJeneponto.com, Rabu (25/01/2017) siang.
Akibatnya, padi petani setempat terancam mati dan gagal panen.
"Itu keringmi separuh daunnya, liat itu tanah retak-retakmi semua, kalau tidak hujan ini dalam waktu sepuluh hari ke depan, matimi kayaknya," ujar Hania.
Kawasan persawahan yang masuk dalam kategori tadah hujan membuat petani bergantung pada aliran air dari irigasi persawahan.
Namun, sumber air yang diandalkan petani itu pun kering tak teraliri air.
Saluran irigasi persawahan warga setempat dialiri air Sungai Kelara Karloe.
Terdapat sekitar 5 ribu hektar lahan persawahan tadah hujan di Jeneponto.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sawah-kering-jeneponto_20170125_142810.jpg)