Berantas Taksi Liar di Bandara, Ini Langkah yang Diambil Angkasa Pura I
Hal tersebut, Lanjut Turah dilakukan pihak AP I, karena menurut laporan pengelola taksi resmi, beberapa penumpang taksi resmi menunggu terlalu lama hi
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Angkasa Pura I merespon keluhan masyarakat akibat banyaknya taxi liar yang beroperasi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Sebelumnya banyak warga mengeluh akibat ulah sopir taxi yang membuat penumpang merasa tak nyaman.
Beberapa penumpang mengaku kesal karena banyak sopir yang meneriaki mereka begitu keluar dari pintu terminal kedatangan bandara. Beberapa bahkan kadang memaksa dengan menarik tas penumpang yang sebenarnya tak ingin menggunakan jasa taxi.
Humas Angkasa Pura I, Turah Ajiari mengatakan segera mengambil langkah untuk merespon keluhan masyarakat yang semakin sering terjadi.
"Kalau langkah sementara, kami buat satgas yg terdiri dari internal kami, seperti aparat TNI dan Polisi, serta Operator Angkutan Darat resmi di Bandara," kata Turah, Minggu (22/1/2017).
Ia mengatakan akan melakukan sweeping terhadap taxi liar yang menurut laporan operatorangkutan resmi, menjadi sumber tidak tertibnya driver di bandara yang akhirnya memunculkan keluhan.
"Selain itu, langkah jangka menengah, kami akan berusaha membuat nyaman ruang tunggu penumpang calon pengguna taksi. Nanti kami batasi ruanG tunggu sehingga "orang luar" dan driver taxi tidak bisa masuk lagi ke area terminal kedatangan," kata dia.
Hal tersebut, Lanjut Turah dilakukan pihak AP I, karena menurut laporan pengelola taksi resmi, beberapa penumpang taksi resmi menunggu terlalu lama hingga akhirnya diserobot oleh taxi liar.
"Kalau ruang tunggunya nyaman, mungkin para penumpang bisa lebih bisa sabar menunggu taksi resmi datang," ujarnya.
Sebelumnya, beberapa penumpang mengeluhkan kondisi terminal kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Mereka bahkan menyamakan bandara seperti pasar tradisional yang disesaki oleh sopir-sopir rental, taksi maupun tukang ojek yang berteriak-teriak mencari penumpang.
Pengunjung yang keluar terminal langsung diperebutkan oleh para sopir yang hanya mengenakan pakaian biasa. Para sopir itu juga tidak mengenakan seragam dan tanda pengenal dari perusahaan jasa transportasinya. (*)