Lewat Sagu dan Durian, PHRI Sulsel Bantu Promosi Pariwisata Palopo

Palopo dipilih sebagai tuan rumah, lantaran PHRI menilai dunia perhotelan, kuliner serta wisata belanja sedang menggeliat di kota tersebut.

Lewat Sagu dan Durian, PHRI Sulsel Bantu Promosi Pariwisata Palopo
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Ketua BPD PHRI Sulsel Anggiat Sinaga (dasi merah) didampingi pengurusnya menjelaskan kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III saat Press Conference yang berlangsung di Executive Lounge Grand Clarion, Makassar, Jl AP Pettarani, Senin (16/1). Rakerda PHRI Sulsel akan diselenggarakan di kota Palopo pada tanggal 17 hingga 19 Februari 2017. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel turut andil dalam menggairahkan pariwisata daerah ini. Salah satunya melalui pemberdayaan sumber daya manusia yang bergerak di bidang pariwisata dan branding olahan kuliner yang khas dari suatu daerah.

Misal Palopo yang saat ini dinilai tengah menggeliat pariwisata daerahnya dan sejumlah sektor lain menjadi alasan PHRI Sulsel mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III, 17-19 Februari nanti.

Palopo dipilih sebagai tuan rumah, lantaran PHRI menilai dunia perhotelan, kuliner serta wisata belanja sedang menggeliat di kota tersebut. Terlebih, Palopo dianggap sebagai daerah penyokong bagi Toraja yang menjadi destinasi wisata utama di Sulsel.

Demikian yang dipaparkan Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga disela Press Conference Rakerda PHRI Sulsel di Palopo, di Executive Lounge Grand Clarion Makassar, Senin (16/1/2017). Ia didampingi Sekretaris PHRI Nasrullah Umar, Ketua BPC PHRI Palopo Eri,beserta para General Manager hotel seperti GM Quality Plaza Makmur, GM Dalton Hotel Junaidi Salam, GM Grand Celino Sofyan dan lainnya.

"Terkait kuliner, PHRI Sulsel akan memboyong para chef andal dari Makassar untuk mengolah buah durian dan sagu yang merupakan ikon kota ini menjadi olahan kuliner bercita rasa nasional bahkan internasional. Inilah salah satu misi yang akan dibawa rombongan PHRI yang jumlahnya kurang lebih 50 orang," ujar Anggiat.

Ia menyebut selama ini sagu hanya diolah menjadi sebuah kapurung. Hal inilah yang mendasari PHRI ingin memberi nilai tambah dari sebuah sagu. Rencananya akan dikembangkan menjadi pasta.

Demikian juga dengan buah durian yang menjadi ciri khas Palopo bakal disulap menjadi pancake, saos durian dan es krim durian.

"Selama ini pancake didatangkan dari daerah Jawa. Harapannya bisa diproduksi di Palopo. Ini berkontribusi pada pendapatan para pelaku umkm di daerah ini," jelas Anggiat. (*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved