Pilkada Takalar 2017
Pengusiran Hingga Teror Bom, Pilkada Takalar Mulai Panas
Sementara itu, dihari yang sama pendukung pasangan Syamsari Kitta- Ahmad Se're (SK-HD) melapor ke Panwaslu atas tindakan pengusiran
Penulis: Reni Kamaruddin | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALASSANG - Kurang lebih 40 hari menjelang pencoblosan Pilkada Takalar 2017, kondisi Takalar mulai memanas karena ulah pendukung kedua pasangan calon.
Pendukung pasangan calon nomor urut, 1 Buhanuddin B- M Natsir Ibrahim (Bur- Nojeng) bernama Syaharuddin Daeng Nanring, yang merupakan koordinator desa tim pemenangan Bur-Nojeng di Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, mengaku diteror menggunakan benda yang mirip bom molotov oleh orang tak dikenal, Rabu (4/1/2017) sekitar pukul 21.00 wita.
"Kita kaget karena pas lagi duduk-duduk diteras rumah ada benda meledak, sampai sekarang kita masih trauma dengan kejadian tersebut," jelas Saharuddin via telepon, Kamis (5/1/2017) siang.
Menyikapi kejadian ini, juru bicara pasangan Bur-Nojeng, Makmur Mustakim menyatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak Polres Takalar untuk memberikan jaminan keamanan terhadap masing-masing pendukung Bur-Nojeng.
"Ini sangat bertentangan dengan komitmen kita menjaga kesejukan demokrasi di Takalar. Kita berharap, pihak yang berkepentingan di pilkada ini untuk bertarung secara demokratis dan elegan, mari kita bertarung melalui gagasan, ide dan program," tegas Makmur Mustakim.
Sementara itu, dihari yang sama pendukung pasangan Syamsari Kitta- Ahmad Se're (SK-HD) melapor ke Panwaslu atas tindakan pengusiran yang dilakukan oleh tim pendukung pasangan Bur-Nojeng.
Kejadian tersebut terjadi ketika tim pemenangan SK-HD melakukan sosialisasi door to door di rumah salah satu warga di Kecamatan Galesong, Takalar, Kamis (5/1/2017).
"Kami melakukan kampanye memperkenalkan program calon bupati SK-HD, tapi tiba- tiba datang Daeng Beta Renol (Pendukung Bur-Nojeng) mengusir kami, bahkan mengajak kami berkelahi tapi kami tidak meladeni dan langsung ke kantor Panwas Kecamatan Galesong melaporkan kejadian itu," jelas salah satu tim pemenangan SK-HD, Iswandi.
Tim Advokasi SK-HD yang mendampingi Iswandi melapor ke kantor Panwaslu Takalar tersebut menyatakan sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh pendukung Bur-Nojeng.
"Kami sangat sesalkan hal ini terjadi di mana mereka melakukan cara yang tidak beradab, melakukan dengan model pendekatan premanisme, semoga juga tim seblah dapat lebih memberikan pemahaman terkait cara kampanye yg lebih menarik simpati," Jelas Abdullah.
Tim advokasi SK-HD menyatakan akan terus mengawal dan mendampingi pendukung SK-HD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kampanye-pilkada-takalar_20161027_160848.jpg)