Akhir Tahun, Direktur Perkapalan Kemenhub Pantau Arus Penumpang di Makassar

Menurutnya lonjakan penumpang tidak terlalu signifikan dan semuanya masih mampu dikontrol oleh manajemen pelabuhan.

Akhir Tahun, Direktur Perkapalan Kemenhub Pantau Arus Penumpang di Makassar
HANDOVER
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI, Capt Rudiana MM di dampingi DIrektur Polimarim AMI Makassar Amrin Rani SE MM saat memantau fasilitas laboratorium di kampus Polimarim AMI Makassar, Jl. Nuri Baru No. 1, Makassar, Rabu (28/12/2016). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI, Capt Rudiana MM memantau arus penumpang dan barang di Pelabuhan Sukarno-Hatta, Kota Makassar, Rabu (28/12/2016) siang.

Dari pantauan Rudiana, dikutip dalam rilis yaNg diterima tribun-timur.com, arus penumpang di pelabuhan Makassar masih dalam batas angka wajar. Menurutnya lonjakan penumpang tidak terlalu signifikan dan semuanya masih mampu dikontrol oleh manajemen pelabuhan.

“Semua masih dalam batas kewajaran. Memang ada peningkatan tapi arus barang dan penumpang tidak melonjak drastis,” kata pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta ini di kampus Polimarim AMI Makassar, Rabu (28/12/2016) sore.

Jika dibandingkan dengan jumlah penumpang tahun lalu, khusus di Pelabuhan Sukarno, Makassar, kenaikan penumpang hanya sekitar 5 persen. Sayangnya Rudiana tidak merinci berapa orang penumpang.

Rudiana mendapat tugas monitoring lapangan untuk memantau kesiapan fasilitas pelabuhan, bandara, dan angkutan darat pada libur panjang pada Natal 2016 serta momen pergantian tahun 2017.

“Saya juga mengecek soal kesiapan pelabuhan, angkutan darat, dan bandar udara. Bagaimana kondisi fasilitas yang disediakan untuk para penumpang yang menggunakan moda ketiga jalur transportasi tersebut,” ucapnya.

Pada Selasa (27/12/2016), Rudiana memantau Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Dari pantauannya, jumlah penumpang memang meningkat. Namun masih di bawah batas 15 persen yang bisa ditolerir.

“Soal pantauan di Bandara Sultan Hasanuddin, semua masih terkontrol, Memang ada lonjakan tapi masih normal 15 persen. Artinya untuk armada pesawat, fasilitas penunjang, dan jadwal kedatangan serta keberangkatan, masih dalam batas normal,” ujarnya.

Rudiana juga memantau moda transportasi darat di Terminal Regional Daya (TRD). Di terminal bus antar kota dan luar provinsi tersebut, ia bersama tim menemukan terminal sunyi dan tak banyak aktivitas pada momen libur panjang di akhir tahun 2016 ini. (*)

Penulis: Arif Fuddin Usman
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved