Ini Kiat agar Lulus di University Boston ala Rahmat Fadhli
Agar bisa berbahasa Inggris dengan baik pun, perjuangan Fadhli tidaklah mudah. Ia menempa diri di Kampung Pare, Kediri, Jawa Timur, selama satu tahun.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Rahmat Fadhli akhirnya mampu melanjutkan pendidikan magisternya di Boston University, Amerika Serikat.
Padahal, saat lulus dari program studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM, ia hanya mengantongi IPK 3,14 dan tak menyandang predikat Cum Laude.
Ia bisa melanjutkan pendidikan magister di Boston University setelah mendapat beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.
Pria asal Luwu Utara ini pun berbagi tips agar bisa diterima di kampus peringkat 51 dunia tersebut. Dimana, biaya kuliah di Boston University, yakni USD 49,176 atau Rp 639 Juta (kurs Rp 13 ribu) per semester.
"Untuk bisa lulus di Boston University mesti punya kegigihan. Tak hanya harus fasih Bahasa Inggris, tapi urusan adminisrasi harus dipenuhi,"katanya kepada tribun-timur.com melalui pesan WhatsApp sesaat sebelum keberangkatannya ke Amerika Serikat, Selasa (13/12/2016).
Agar bisa berbahasa Inggris dengan baik pun, perjuangan Fadhli tidaklah mudah. Ia menempa diri di Kampung Pare, Kediri, Jawa Timur, selama satu tahun.
Sebelum diterima di Boston University, Fadhli juga diminta membuat sebuah tulisan terkait masalah toleransi, gender dan kemanusiaan. Untuk itu, ia banyak 'melahap' buku bertema toleransi, HAM dan pendidikan.
"Makanya harus paham isu-isu terbaru. Kita diminta mencari ide baru yang atas isu-isu tersebut,"tambahnya.
Fadhli juga mengakui keberhasilannya tersebut tidak terlepas dari peran berbagai pihak, seperti Direktur PPs UNM, Prof Dr Jasruddin MSi, maupun mantan Rektor UNM Prof Dr Arismunandar MPd.
Sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, Fadhli sempat bekerja di bagian kehumasan PPs UNM.
"Pak Rektor Husain Syam juga turut berkontribusi," katanya.
Sebelum akhirnya memilih Boston University, Fadhli juga lulus juga di University of Twente Belanda, University of Adelaide Australia, Queen Belfast University Inggris dan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fadunm_20160909_122716.jpg)