Miris, Komunitas Pasar Sabtu Kembali Diusir 'Preman'
pihak Pemkot Makassar melalui Satpol PP dan dibantu kepolisian melakukan pengusiran terhadap komunitas Pasar Sabtu pada 19 November 2016 lalu.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komunitas kreatif "Pasar Sabtu" di Makassar diusir oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Komunitas Pasar Sabtu yang sudah dua tahun terakhir beraktivitas di depan Taman Indosat Jl Ahmad Yani, tiba-tiba saja diusir sekitar pukul 22.30 Wita, Sabtu (3/12/2016) malam.
Sebelumnya, pihak Pemkot Makassar melalui Satpol PP dan dibantu kepolisian melakukan pengusiran terhadap komunitas Pasar Sabtu pada 19 November 2016 lalu.
Salah satu partisipan komunitas Pasar Sabtu, Haci mengungkapkan, cara pemerintah kota yang menggunakan orang-orang suruhan tentunya adalah perbuatan tidak terpuji.
"Kami kembali diusir lagi, mereka datang tiba-tiba dan tidak membuka obrolan secara baik langsung hentikan aktivitas kami, kami tidak merusak," katanya, Minggu (4/12/2016).
Komunitas Pasar Sabtu selama ini dikenal sebagai wadah dan tempat berkumpul, menyalurkan kreatifitas, ide dan menawarkan beberapa kerajinan untuk dijual.
Haci menjelaskan, saat orang-orang suruhan Pemkot Makassar datang, partisipan yang ada di Pasar Sabtu sedang mengikuti suatu pelatihan atau Workshop Tie Dye.
"Kayaknya mereka tidak senang kalau kita buat kegiatan kreatif di kota ini, lalu apa yang bisa diharapkan dari sebuah pemerintah yang bisanya hanya mengusir," jelas Haci. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pasar-sabtu_20161204_084338.jpg)