Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wacana Penghapusan UN

Adnan Purichta Sebut Gowa Pelopor Penghapusan UN

Adnan mengatakan, penerapan inovasi pendidikan di Gowa sudah diterapkan sejak tahun 2005 oleh bupati sebelumnya dan tetap berjalan hingga kepemimpinan

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Dihapusnya Ujian Nasional (UN) oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan disambut baik Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Bahkan menurutnya, sudah sejak Gowa dipimpin Ichsan YL yang juga ayah dari Adnan,Pemkab Gowa mengusulkan penghapusan UN.

Dan ketika akhirnya salah satu persyaratan kelulusan siswa itu dihapus Adnan mengaku bangga.

"Ini membanggakan karena baru saja diresmikan oleh Kemendiknas bahwa ujian nasional dihapuskan sejak tahun 2016 ini. Bangganya kita karena di Gowa sudah hapuskan UN ini sejak lima tahun lalu. Inilah kebanggaan karena Gowa menjadi pelopor penghapusan UN dan sudah mulai diterapkan di daerah lainnya," katanya Selasa (29/11/2016).

Adnan mengatakan, penerapan inovasi pendidikan di Gowa sudah diterapkan sejak tahun 2005 oleh bupati sebelumnya dan tetap berjalan hingga kepemimpinannya saat ini.

"Perkembangan di Gowa kurun satu tahun terakhir ini, antara lain Gowa menjadi daerah dengan tingkat kelulusan siswa khususnya SMA sederajat di Sulsel bahkan KTI untuk jalur undangan ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta mencapai 511 siswa yang lolos tanpa tes," tambah Adnan.

Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Asriady Arasi, selaku mitra Dikpora, juga menilai dihapusnya UN sejalan dengan apa yang dilaksanakan program SKTB Gowa, bahwa UN bukan hanya standar dalam menentukan kelulusan seorang siswa.

"Bukan dari satu atau dua pelajaran yang di UN untuk menentukan kelulusan siswa. Olehnya itu ini bagus dan menjadi terobosan bagus dari diknas sehingga dibutuhkan standar baru yaitu untuk lulus di sekolah harus tuntas di mata pelajarannya yang bisa diulang," katanya.

Legislator Demokrat ini juga  menambahkan, kalau untuk lulus dan tidak gagal di UN, setiap siswa harus diberikan kesempatan ulangan untuk pelajaran yang gagal.

"Jadi jika ada satu pelajaran gagal baiknya siswanya di minta ulangan lagi. Sehingga waktu anak anak kita tidak sia sia. Kecuali memang anaknya sudah dasar malas dan nakal itu lain cerita," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved