Gedung Kantor P3E bagian Sulawesi dan Maluku di Makassar Pakai Nama Rachmat Witoelar
Gedung berlantai tiga yang sebelumnya dinamai Eco Office langsung diresmikan oleh mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rachmat Witoelar
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASAR - Nama gedung kantor Pusat Pengelolaan Ekoregion (P3E) bagian Sulawesi dan Maluku di Jl Perintis Kemerdekaan Km.17 Makassar, resmi bernama Rachmat Witoelar, Jumat (25/11/2016).
Gedung berlantai tiga yang sebelumnya dinamai Eco Office langsung diresmikan oleh mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rachmat Witoelar yang kini menjabat sebagai utusan presiden.
Rachmat yang datang bersama istrinya, nyonya Witoelar memberikan apresiasi besar atas penamaan gedung tersebut. Ia meyebutkan, penamaan itu adalah satu amanah yang besar untuk lanjutkan perjuangan melestarikan lingkungan.
"Sebenarnya saya merasa risih ketika nama saya diberikan kepada gedung ini, tapi sesungguhnya ini adalah amanat besar kepada saya, bahwa kedepannya saya akan berusaha keras lagi untuk kelestarian lingkungan," kata Rahmat.
Saat penjemputan, Rachmat mengenakan batik hijau. Rachmat bersama istrinya langsung disambut hangat Wali kota Makassar Danny Pomanto dan kepala P3E bagian Sulam Ir. Darhamsyah.
Selain itu, hadir juga seluruh mantan kepala P3E bagian Sulam yakni, Drs. Naharuddin Tinulu, Drs. Muhammad Helmy, Bambang Satriadji, Ridwan D. Tamin, dan beberapa kepala bagian.
Rahmat juga megungkapkan, pemberian namanya di gedung P3E bagian Sulam itu juga adalah suatu dorongan agar selalu membuat yang terbaik kepada lingkungan dan juga suatu penjuangan yang hingga kini masih dijunjung tinggi.
"Saya hadir disini hanya untuk memberi semboyan untuk perjuangan panjang bagi kita untuk tetap memperjuangkan karena undang-undang kita juga untuk perjuangan lingkungan," jelasnya.
Dalam acara peresmian gedung itu juga dilangsungkan dengan dukungan Save Our Children for Global, pelepasan satwa liar mendukung hari cinta Puspa Stawa Nasional, dan juga penanaman 1000 pohon secara simbolis. (*)