Visa Tak Lagi Gratis, Kesthuri Prediksi Jamaah Umrah Menurun 30 Persen
Kebijakan visa berbayar untuk jamaah yang berangkat haji dan umrah kedua dan seterusnya dinilai akan berdampak pada penurunan
Penulis: Nurul Adha Islamiah | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurul Adha Islamiyah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua DPP Kesatuan Tour And Travel Haji dan Umrah (Kesthuri) Asrul Azis Taba menilai kebijakan pemerintah Arab Saudi menerapkan visa berbayar untuk ibadah haji dan umrah memberatkan calon jamaah.
Kebijakan visa berbayar untuk jamaah yang berangkat haji dan umrah kedua dan seterusnya dinilai akan berdampak pada penurunan jumlah jamaah haji dan umrah sebesar 30-40 persen.
"Tahun lalu kami memberangkatkan sekitar 700 ribu hingga 800 ribu selama satu musim umrah. Diprediksi tahun ini akan menurun jumlahnya hingga 40 persen," tuturnya.
Hal tersebut dia kemukakan dalam Konferensi Pers di Kafe Mama bersama jajaran pengurus Kesthuri Sulsel. Diantaranya Dewan Penasihat Kesthuri Andi Muhammad Sabiq, Ketua Keshuri Sulsel D Usmad Jasad, Wakil Ketua Keshuri Azhar Ghazali, Humas Kesthuri M Nurhayat beserta Yusdih Gani.
Kata Asrul Azis, pihak biro perjalanan sebaiknya mengkomunikasikan hal tersebut kepada calon jamaah terkait kebijakan visa berbayar. Tujuannya memberikan pengertian agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Saat ini kami masih mengomunikasikan dengan Kementerian Agama. Rencananya pihak kedutaan Indonesia di Arab Saudi akan membicarakan hal tersebut dengan pemerintah Saudi. Demikian pula dengan negara-negara Islam yang masih melakukan lobi dengan pemerintah setempat," kata Asrul.
Kerajaan Arab Saudi akan menerapkan visa berbayar untuk jamaah yang melaksanakan ibadah haji dan umrah yang kedua kalinya dan seterusnya sebesar 2000 riyal atau setara Rp 6,9 jutaan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kesthuri2_20161023_231232.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kesthuri-sulsel_20161023_231350.jpg)