Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siaga Darurat Bencana, Ini Antisipasi Pemkab Luwu

Bencana tanah longsor biasanya melanda Kecamatan Bastem, Bastem Utara dan Latimojong.

Penulis: Desy Arsyad | Editor: Mahyuddin
Dok Tribun
Air Sungai Keppe meluap ke pemukiman warga Desa Rante Belu, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Pemerintah Kabupaten Luwu menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mengantisipasi bencana alam di musim hujan.

Termasuk di dalamnya, mobil dapur umum, dapur lapangan, perahu karet dan pemadam kebakaran.

"Kalau untuk sosial kita sudah mempersiapkan, tagana, mobil rescue dan mobil dapur lapangan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Luwu, Mursyd Djufrie, kepada TribunLuwu.com, Sabtu (7/10/2016).

Langganan banjir di Kabupaten Luwu antara lain Kecamatan Laromong Selatan, Larompong, Suli, Bua, Lamasi Timur dan Walenrang Timur.

Tahun lalu, banjir melanda Kecamatan Larompong, Larompong Selatan, Suli, Lamasi timur dan Bua, dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga satu meter.

"Kalau tahun ini tidak terlalu parah seperti tahun lalu, tapi kita tetap siaga," kata Mursyd.

Adapun bencana tanah longsor biasanya melanda Kecamatan Bastem, Bastem Utara dan Latimojong.

"Kalau angin puting beliung biasanya di bulan 12, itupun hanya Bastem dan Latimojong yang kena karena di sana dataran tinggi," tutur Mursyd.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel menetapkan status siaga darurat bencana alam puting beliung, longsor dan banjir. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved