Politisi PPP Sulsel Ini Pertanyakan Tindak Lanjut Program Tunas SNI KPK di Mukernas
Kegiatan itu diikuti 24 kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel dan enam peserta unsur pimpinan DPRD Sulsel.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel Andi Nurhidayati mempertanyakan tindak lanjut dari program tunas Sistem Integritas Nasional (SNI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KPK sebelumnya menggelar training of trainers (TOT) SIN di Kota Makassar pada tanggal 27-29 April 2016.
Kegiatan itu diikuti 24 kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel dan enam peserta unsur pimpinan DPRD Sulsel.
"Saya mengapresiasi program tunas SNI oleh KPK setidaknya ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem integritas. Namun terlepas dari itu, sangat perlu ada follow up dari program tersebut," jelas Andi Nurhidayati, Selasa (4/10/2016)
"Saya masih ingat KPK perna melakukan TOT terkait program sistem integritas di Makassar dan sampai hari ini tidak ada tindak lanjut dari pertemuan itu," tambah Andi Etti.
Pung Etti sapaan Andi Nurhidayati pun mengaku bahwa kegiatan TOT tunas SNI di Makassar oleh KPK tidak menghasilkan apa-apa lantaran yang hadir pada kesempatan itu tidak tahu harus berbuat apa.
"Dia (peserta TOT) tidak tahu harus buat apa, kami yakin mereka bingun," ungkap Pung Etti dihadapan narasumber KPK dan BNN dalam materi pemberantasan korupsi dan narkoba di acara Mukernas PPP di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Senin (3/10/2016) malam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/andi-nurhidayati_20161002_223127.jpg)