Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

CITIZEN REPORTER

Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016

Setiap tahun ada beberapa festival yang secara kontinu diselenggarakan, baik yang diperadakan sepenuhnya oleh tuan rumah

Penulis: CitizenReporter | Editor: Anita Kusuma Wardana
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016 - indofest_20160925_141357.jpg
CITIZEN REPORTER
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016 - indofest2_20160925_141423.jpg
CITIZEN REPORTER
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016 - indofest3_20160925_141321.jpg
CITIZEN REPORTER
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016 - indofest4_20160925_141411.jpg
CITIZEN REPORTER
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016 - indofest_20160925_141627.jpg
CITIZEN REPORTER
Meriahnya Perayaan Puncak Indofest Adelaide 2016

Andi Syurganda

Mahasiswa University of Adelaide

Melaporkan dari Adelaide, Australia

TRIBUN-TIMUR.COM-Adelaide, ibukota Australia Selatan baru-baru ini mendapat predikat kota paling layak huni kelima di dunia. Predikat ini tentu saja didasarkan pada beberapa indikator seperti keamanan, kesehatan, sumber daya pendidikan, lingkungan, dan lain-lain.

Selain dari faktor-faktor pelayanan publik yang sangat baik, kota yang hanya berpenduduk kurang dari dua juta orang ini memiliki nilai plus tersendiri dimana warganya memiliki citarasa seni yang lumayan tinggi.

Setiap tahun ada beberapa festival yang secara kontinu diselenggarakan, baik yang diperadakan sepenuhnya oleh tuan rumah maupun yang bersifat kolaboratif. Tidak heran jika Adelaide dijuluki sebagai Festival State atau Negara (bagian) Festival.

Merasa telah menjadi bagian integral dari Adelaide, tiap tahun warga Indonesia maupun warga keturunan Indonesia dari berbagai latarbelakang budaya dan profesi yang tinggal di Adelaide secara kolaboratif mempersembahkan pagelaran kebudayaan bertajuk Indofest.

Di tahun 2016 ini, Indofest tidak hanya menyajikan festival seni namun juga festival kuliner. Meski demikian, ada beberapa kegiatan lain yang tidak masuk ke dalam kategori keduanya namun memiliki konten ke-Indonesia-an yang sifatnya mempererat hubungan Indonesia dan Australia.

Beberapa diantaranya Australia-Indonesia Youth Forum, Public Symposium: Unity in Diversity, Understanding Islam in Indonesia; dan School Program.

Kegiatan-kegiatan ini terselenggara beberapa hari sebelum hari puncak 25 September berkat kolaborasi komunitas pemuda Indonesia dan Australia serta Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) se-Australia Selatan.

Di pagelaran kesenian sendiri ada beragam kesenian yang ditampilkan oleh komunitas-komunitas seni yang berbeda seperti Rancakers, Flobamora, Adelindo Angklung, Adelaidean Papua, Suara Indonesia, Iband, Gameladies, Pelangi Nusantara, Rindang Saman Adelaide, dan lain-lain.

Karena Indofest dipusatkan di North Terrace jantung kota Adelaide di mana Art Gallery, State Library, South Australian Museum dan Migration Museum berada, tak heran warga lokal maupun non-lokal memilih datang menghabiskan akhir pekan mereka menonton secara langsung sambil menikmati makanan khas Indonesia yang dijajakan oleh komunitas kuliner Indonesia yang ada.

Selain karena keterbukaan dan penerimaan dari warga lokal, kesuksesan kegiatan tahunan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah Australia Selatan beserta instansi-instansi dan organisasi-organisasi yang berada di bawahnya yang selama ini mendukung kontribusi-kontribusi positif yang diinisiasi warga Indonesia.

Diharapkan tahun depan event kebudayaan Indonesia terbesar di Australia Selatan ini semakin semarak di tahun berikutnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved