Yuk, Menginap dan Belajar Budaya Toraja di Museum Ne' Gandeng
Disini, tamu akan disuguhi pemandangan hamparan sawah dan udara yang segar.
Penulis: Yultin Rante | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNTORAJA.COM, SA'DAN BALUSU - Berwisata sambil mempelajari adat dan budaya Toraja, khususnya ritual pemakaman yang disebut Rambu Solo, dapat dilakukan dengan mengunjungi Museum Ne' Gandeng, di Kampung Malakiri, Desa Palangi, Kecamatan Sa'dan Balusu, Toraja Utara.
"Disini ada peninggalan budaya dan juga dapat merasakan beristirahat di rumah adat Toraja yang disebut Tongkonan," ujar Komisaris Utama Yayasan Ne' Gandeng, Petrus Pasulu, kepada TribunToraja.Com, saat ditemui di museum ini, Jumat (9/9/2016) sore.
Museum Ne' Gandeng dilengkapi fasilitas penginapan Tongkonan dengan tarif Rp 500 ribu per tongkonan yang dapat menampung 30 orang.
Delapan tongkonan yang tersedia dilengkapi kasur.
Disini, tamu akan disuguhi pemandangan hamparan sawah dan udara yang segar.
"Tempat ini cocok untuk lokasi pelatihan dan rekreasi keluarga," kata Petrus.
Tiket masuk ke objek wisata ini Rp 20 ribu untuk wisatawan asing dan Rp 10 ribu untuk wisatawan lokal.
Khusus pelajar hanya Rp 3 ribu per orang.
"Kami juga sediakan fasilitas makan dan minuman bagi tamu yang menginap," tambah Petrus.
Harga makanan dan minumannya terjangkau, mulai Rp 5 ribu hingga Rp. 50.000 per porsi.
Dari Rantepao, ibukota Toraja Utara, waktu tempuh ke Museum Ne' Gandeng hanya 15 menit.
Biaya angkutan umum Rp 10 ribuper orang sedangkan ojek Rp 20 ribu.
Mau rental mobil di Toraja Utara, harganya Rp 350 ribu per hari.
Berminat mengunjungi museum ini? Silakan menghubungi Petrus Pasulu di nomor 0813 3349 4949.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ne-gandeng_20160909_224332.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ne-ganfdeng_20160909_224452.jpg)