Jeneponto Siap Menjadi Daerah Komoditi Garam Industri dan Kefarmasian
Senada dengan Iksan, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, Dr. Jumain Appe, menuturkan,
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Jeneponto yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil garam di Sulawesi Selatan, kini bersiap mengembangkan pengolahan garam tradisional menjadi garam industri dan kefarmasian.
Pembahasan pengolahan garam dilakukan Pemkab Jeneponto bersama Kementristek Dikti, Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) dan anggota komisi VII DPR RI, Mukhtar Tompo, di rumah jabatan Bupati Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Rabu (24/08/216).
"Ini merupakan kelanjutan yang kita usulkan di Jakarta dan kita tandatangani MOUnya di Solo terkait pengolahan garam menjadi garam industri dan Kefarmasian, "ujar Iksan Iskandar.
Tak hanya garam, Jeneponto yang juga dikenal dengan pohon lontarnya, menjadi target dalam perkembangan industri kedepan.
"Ini kan terus berkembang dan rupanya bukan hanya garam, hasil pembicaraan tadi kita juga akan kembangkan produksi gula dari bahan dasar lontar, misalnya sirup dan gula semuanya akan berbahan dasar lontara dari daerah kita, "tambah Iksan.
Senada dengan Iksan, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, Dr. Jumain Appe, menuturkan, "jadi kita sepakati untuk bagaimana Jeneponto kedepan menjadi daerah komoditi industri dengan kualitas ekspor, baik itu garam maupun gula dari pohon lontar, "kata Dr. Jumain.
Sementara, Mukhtar Tompo selaku anggota DPR RI yang membidangi Sumber Daya Mineral dan Lingkungan Hidup di Komisi tujuh DPR RI, mengaku akan mengupayakan rencanan pengembangan industri garam daln lontara Jeneponto mulai berjalan di awal tahun 2017.
"Saya ikut kesini untuk bagaimana nantinya saya bisa masukkan program garam dan lontara ini pada pembahasan APBN 2017 mendatang, jadi rencananya InsyaAllah tahun depan kita sudah siap jalankan, "tutur Mukhtar.
"Kualitas garam dan pohon lontar kita yakin dapat bersaing dengan daerah lain, ini merupakan upaya kita bersama agar Jeneponto dapat keluar dari predikat daerah tertinggal, "tambah Mukhtar.
Terdapat 622 Hektar lahan garam yang ada di Jeneponto dengan jumlah produksi per tahunnya di perkirakan mencapai 5000 ton.
Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Perencanaan BPPT, Ir Makmuri, MM dan beberapa jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Jeneponto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/garam_20160824_235935.jpg)