Angka Kematian Ibu dan Anak Tinggi, Dinas Kesehatan Wajo Lakukan Ini
Dinas Kesehatan Wajo menyiapkan 400 kader posyandu se-Kabupaten Wajo
Penulis: Justang Muhammad | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menggalakkan Gerakan Ayo Kembali ke Posyandu.
Hal itu diungkapkan oleh Kadis Kesehatan Wajo, dr Baso Rahmanuddin, di kantornya, Jl. Ahmad Yani, Kecematan Tempe, Sengkang, Jumat (12/8/2016).
"Gerakan Ayo Kembali ke Posyandu sebagai gerakan inovasi untuk menghidupkan dan mengaktifkan
kembali fungsi posyandu. Ada 5 kader aktif yang kami siapkan di setiap posyandu," kata mantan Kepala Puskesmas Majauleng ini kepada tribunwajo.com.
Menurut mantan Dirut RSUD Lamaddukkelleng Wajo ini, gerakan ini harus kembali digalakkan mengingat posyandu sebagai pusat informasi permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat, dan dapat menekan angka kematian ibu.
"Posyandu ini akan menjadi pusat mengidentifikasi masalah kesehatan di masyarakat Kabupaten Wajo, mengingat angka kematian ibu dan anak di daerah ini masih tinggi," tambah kadis yang biasa disapa DBR, akronim dari dr Baso Rahmanuddin ini.
Untuk membuat gerakan itu berjalan lancar, Dinas Kesehatan Wajo menyiapkan 400 kader posyandu se-Kabupaten Wajo dan menaikkan intensif honor kader posyandu dari Rp 10 ribu menjadi Rp 50 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dr-baso-rahmanuddin_20160812_215555.jpg)