PA: Perselisihan Terus Menerus Penyebab Dominan Kasus Cerai di Bone

"Karena memang masyarakat Bone perantau, dan ketiga faktor ekonomi ada sekitar 77 kasus," ujar Jamaluddin.

PA: Perselisihan Terus Menerus Penyebab Dominan Kasus Cerai di Bone
Justang Muhammad/tribunbone.com
Panitera Muda Pengadilan Agama Watampone, Jamaluddin 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG TIMUR- Perselisihan dan pertengkaran berkepanjangan disebut faktor dominan tingginya kasus cerai di Kabupaten Bon, dalam waktu tujuh bulan terakhir.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Wampone, Jamaluddin, membeberkan data itu saat ditemui tribunbone.com di kantor PA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (5/8/2016).

"Perselisihan terus menerus ada 143 kasus selama tujuh bulan ini," kata Jamaluddin.

Faktor berikutnya adalah merantau, kurang lebih 110 kasus.

"Karena memang masyarakat Bone perantau, dan ketiga faktor ekonomi ada sekitar 77 kasus," ujar Jamaluddin.

Tiap Bulan: 100 Janda

Sebanyak 981 kasus gugatan cerai yang masuk di ditangani Pengadilan Agama Kelas IB Watampone, Kabupaten Bone.

Angka tersebut terhitung sejak 1 Januari 2016 hingga tanggal  31 Juli 2016.

"Kami terima selama bulan Januari sampai Juli, 729 gugatan telah diputuskan jadi janda dan duda," kata Panitera Muda Pengadilan Agama Watampone, Jamaluddin, kepada triibunbone.com, Jumat (5/8/2016).

Sebanyak 84 kasus gugatan cerai diputus PA Watampone pada Januari 2016, Februari 132, Maret 148, April 81, Mei 104, Juni 100, dan Juli 80 cerai.

"Angka gugatan tersebut didominasi oleh kaum hawa, hanya dua persen yang gugatan perceraian diajukan pria, jadi setiap bulan ada 100 orang mintai cerai di Bone," tutur Jamaluddin.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved