Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ada Upaya Pelemahan Institusi Negara Terkait Pernyataan Koordinator Kontras

Kesaksian Haris ini menurutnya berdasarkan hasil pengakuan langsung Freddy Budiman saat ditemui pada tahun 2014 lalu.

Penulis: Alfian | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terpidana mati Freddy Budiman 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Polemik pasca eksekusi mati bandar narkoba, Freddy Budiman, terus bergulir.

Koordinator Eksekutif Kontras, Haris Azhar, melalui tulisannya yang kemudian disampaikan dalam jumpa pers mengungkapkan adanya keterlibatan Mabes Polri, BNN hingga pejabat negara lainnya dalam jaringan peredaran narkoba di Indonesia.

Kesaksian Haris ini menurutnya berdasarkan hasil pengakuan langsung Freddy Budiman saat ditemui pada tahun 2014 lalu.

Menanggapi tudingan dan opini yang berkembang di masyarakat, tiga akademisi Makassar yakin Alwy Rachman, Prof Laode H dan Arkam Azikin angkat bicara.

Ketiganya menyayangkan adanya statemant serta kesaksian yang berbau opini.

Hal tersebut dianggap mendiskreditkan dan membangun demoralisasi lembaga yang sedang berbenah dalam pemberantasan Narkoba.

"Eksistensi bandit tak bisa dijadikan bagian dari moral bangsa. Pelan tapi pasti, bandit-bandit narkotika tak bekerja sendiri. Mereka memang harus dihadapi sejak dini. Kita tak bisa membiarkan Indonesia ini menjadi bulan-bulanan oleh kelompok geng narkotika sebagaimana yang menimpa banyak negara-negara di Amerika Latin. Perang terhadap narkotika mirip perang terhadap terorisme. Narkotika semestinya diperangi secara global, nasional, dan lokal" tegas Alwy Rachman.

Sedangkan Arkam Azikin menyebut bahwa pernyataan Haris adalah propaganda politik yang ingin mendiskreditkan institusi negara.

"Jadi, munculnya opini tanpa data faktual merupakan bagian dari proses propaganda politik yang perlu dicermati Kapolri untuk mengambil langkah tegas menelusuri ada apa dibalik postingan ini,” ujar Arkam Aziqin.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved