Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pernah Ditawari Rp 10 Miliar, Mantan Kalapas: Jumlah Celana Dalam Freddy Pun Saya Tahu

Sitinjak menceritakan, sel khusus atau ruang isolasi untuk Freddy dibangun selama dua hari.

Tayang:
Editor: Ilham Mangenre
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA
erpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman (38) tengah difoto oleh warga saat menghadiri rilis pengungkapan kasusnya. Dia masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas. Rilis kasus Freddy diadakan di salah satu gudang miliknya di Mutiara Taman Palem, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews, A Prianggoro

TRIBUN-TIMUR.COM, CILACAP- Liberty Sitinjak adalah orang yang berpengaruh pada sosok Freddy Budiman, terpidana mati yang baru saja dieksekusi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Sitinjak pernah menolak tawaran uang miliaran rupiah dari Freddy.

Sitinjak pula yang secara sabar membimbing Freddy untuk lebih mendekat diri kepada Tuhan ketika berada di balik jeruji besi.

Sitinjak merupakan Kepala Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Batu, satu di antara tujuh lapas yang berada di PulauNusakambangan, pada periode September 2013 – September 2014.

Saat itu, Sitinjak sekaligus menjadi koordinator dari tujuh kepala lapas – kepala lapas di Pulau Nusakambangan.

Sitinjak tidak menyebutkan pasti jumlah uang yang pernah ditawarkan, namun diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

“Jumlahnya tidak usah disebutkan dan dibahaslah. Tetapi benar bahwa Freddy pernah menawari saya uang berapa pun saya akan minta asalkan saya bersedia memenuhi permintaannya,” kata Sitinjak kepada Tribunnews, Jumat (29/07/2016) sore.

Lalu, apa jawaban Sitinjak kepada Freddy? “Saya bilang ke dia, ‘saya tidak butuh duitmu, tapi saya butuh kamu jadi orang baik. Memang kamu dijatuhi hukuman mati, tetapi ingat bahwa kematian itu diatur oleh Tuhan. Coba mulailah mendekatkan diri kepada sang kuasa," kata Sitinjak.

Sitinjak mengungkapkan, saat itu Freddy punya dua permintaan.

Pertama yaitu Freddy meminta diizinkan membawa blackberry di sel.

Permintaan kedua yaitu Freddy meminta tidak lagi ditempatkan di ruang isolasi dan dikembalikan ke sel biasa seperti para napi lain.

“Memang saya buatkan sel isolasi khusus buat Freddy. Begitu datang (menjabat sebagai Kepala Lapas) di Lapas Batu, saya bikin sel yang memang diperuntukkan buat Freddy. Saya bilang ke dia, ‘bagi saya kamu itu selebriti, makanya saya harus fokus mengawasi kamu, ” ungkap Sitinjak.

Sel Khusus

Sitinjak menceritakan, sel khusus atau ruang isolasi untuk Freddy dibangun selama dua hari.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved