Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini Alasan Rekomendasi Dihapus di PSBM 2016

Muslimin Mawi mengatakan rekomendasi selama ini dinilai kurang efektif.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVI resmi ditutup, Selasa (26/7/2016) di kediaman Wali Kota RMakassar, Moh Ramdhan Pomanto, Jl Amirullah Makassar, Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVI akhirnya berakhir hari ini setelah ditutup oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto di kediaman pribadinya, Jl Amirullah Makassar, Selasa (26/7/2016).

Namun berbeda dengan PSBM tahun-tahun sebelumnya, kali ini PSBM berakhir tanpa menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah.

Ketua Steering Commitee (SC) PSBM XVI, Muslimin Mawi mengatakan rekomendasi selama ini dinilai kurang efektif.

"Setelah kami evaluasi ternyata rekomendasi itu tidak efektif, bahkan banyak yang mempertanyakan mana hasil rekomendasi setiap tahunnga itu, padahal sebenarnya banyak hasil cuma kita tdak ekspose," kata Muslimin.

"Kita sudah 16 kali bikin PSBM, setiap berakhir hasilnya hanya rekomendasi kepada pemerintah. Namanya rekomendasi, dilaksanakan alhamdulillah tidak dilaksanakan yah tidak apa-apa," jelasnya.

Menurutnya, tahun ini para saudagar lebih condong kepada tindak lanjut hasil pertemuannya. Hasil pertemuan tersebut kemudian disimpulkan untuk menjadi bahan eksekusi selama satu tahun ke depan.

"Eksekusinya tahun ini juga, jika tidak selesai kita lanjut tahun berikutnya. Inti pertemuannya kita meminta saudagar sukses supaya kembali membangun kampung halamannha sesuai tema pertemuan kita tahun ini," kata Muslimin.

Kesimpulannya pun tak ada yang tertulis secara detail melainkan hanya hasil forum diskusi dengan kementerian dan akademisi yang kemudian ditindaklanjuti oleh para pengusaha.

"PSBM itu hakekatnya membangun spirit, jangan melihat transaksi bisnisnya, kita melihat untuk membangun spirit, semangat, dan jaringan dengan harapan bisa disinergikan," ujar dia.

"Kalau ditanya apa hasil pertemuannya, banyak saudagar pengurus yang membuat usaha di Sulsel, ada ketua KKSS Gorontalo yang sukses membangun hotel di Makassar, ada juga ketua Bali yang membangun wahana rekreasi di sini, itulah semua contoh hasil pertemuan ini," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved