Garam Pangkep Tembus Pasar Kalimantan Timur
Semenjak beralih dari pengolahan cara tradisional ke teknik geosolator, Pangkep sudah ekspor garam sebanyak 90 ton.
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Garam Pangkep yang menggunakan teknik geosolator sudah dipasarkan ke Samrinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Semenjak beralih dari pengolahan cara tradisional ke teknik geosolator, Pangkep sudah ekspor garam sebanyak 90 ton.
Hal ini karena semakin lama garam direndam semakin bagus membentuk kristal dan semakin keras rasa asinnya.
"Lebih putih, bersih dan tidak hitam kalau pakai teknik geosolator, yang tradisional itu kotor dan masih banyak bercampur tanah," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pangkep Ir Natsir Sulaiman kepadatribunpangkep.com, Kamis (14/7/2016).
Garam Pangkep juga telah dijual dihampir seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel, termasuk di Sulawesi Barat.
"Kita sekarang ini terus tingkatkan NHCL nya, dari kadar kualitas standar itu NHCL 98 dan sekarang kita sudah diposisi NHCL 96," ujar Natsir ditemui di kantornya, Dinas Kelautan dan Perikanan Pangkep.
Sekarung garam Pangkep berat 51 kilogram dijual Rp 20 ribu.
Saat ini potensi garam di Pangkep 830 ha dan yang sudah dikelola 530 ha.
Masa panen garam yang baik adalah selama 7 sampai 9 hari mulai dari proses teknik geosolator.
Kelebihan teknik geosolator adalah kualitas garam beryodium putih mencolok, tidak ada pemutih, kepadatan garam padat, bersih karena tidak menyentuh tanah.
Dua kecamatan sentra garam di Pangkep yakni Kecamatan Labakkang dan Kecamatan Bungoro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pekerja-mengemas-garam-pangkep_20160714_233718.jpg)