GM Angkasa Pura Mangkir Dari Panggilan Kejati Sulselbar

terkait kasus dugaan korupsi pembebasan tahap III lahan bandara Sultan Hasanuddin Makassar

GM Angkasa Pura Mangkir Dari Panggilan Kejati Sulselbar
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- GM Angkasa Pura, Budi Waluyo mangkir dari pemanggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi pembebasan tahap III lahan bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (20/06/2016).

Budi Waluyo merupakan salah satu dari belasan saksi yang mangkir dari pemanggilan penyidik untuk dimintai keterangan seputar kasus tersebut.

"Untuk kasus pembebasan lahan Bandara hari ini 15 orang yang dijadwalkan diambil keteranganya. Tapi, baru empat yang memenuhi panggilan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin, Senin (20/06/2016).

Menurut keterangan Salahuddin, Budi Waluyo tidak hadir dalam pemanggilan penyidik dengan alasan menghadiri pertemuan seluruh GM di Jakarta.

"Rencananya hari kamis kita bakal ambil keteranganya. Beliau tidak akan dipanggil lagi karena yang bersangkutan sudah bersedia untuk memberikan keterangan,"jelasnya.

Begitu juga dengan pihak lain, penyidik juga akan menjadwalkan ulan pemeriksaan. Salahuddin mengaku setidaknya enam orang jaksa yang ditunjuk menangani perkara tersebut untuk menelusuri dugaan korupsi proyek pembebasan lahan yang menelan anggaran senilai Rp500 M. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved