Dituding Kongkalikong, GM Pelni Makassar: Kalau Terbukti Saya Siap Dipecat

Terkait penelantaran 700 penumpang kapal Tinombala tujuan Bima,

Dituding Kongkalikong, GM Pelni Makassar: Kalau Terbukti Saya Siap Dipecat
TRIBUN TIMUR/ARNY
General Manager (GM) PT Pelni Makassar, Bachtiar Rahim 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Permasalahan terkait dengan mudik menggunakan kapal laut masih terus terjadi.

Setelah sebelumnya terjadi penelantaran 700 penumpang kapal Tinombala tujuan Bima, Kamis (16/6/2016) lalu dikarenakan adanya dugaan tiket ilegal.

Pekan kedua ini tiket dibeberapa tujuan diantaranya Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat telah habis terjual hingga pemberangkatan 2 Juni 2016 mendatang.

"Dari tanggal 15 lalu penumpang sudah membludak membeli tiket dan dipastikan untuk jalur menuju NTT dan NTB sudah habis tiketnya," ujar GM PT Pelni Cabang Makassar, Bachtiar Rahim.

Ludesnya tiket tersebut di penjualan resmi PT Pelni diduga dikarenakan adanya calo atau mafia tiket yang bermain.

Hal tersebut terungkap lantas salah satu penumpang yang akan berangkat ke Bima, Lolo, membeli tiket di Travel Agus dengan harga hampir mencapai 100 persen kenaikan, Minggu (19/8/2016) lalu.

Ia mengungkapkan harga tiket perjalanan Makassar- Labuan Bajo NTT- Bima NTB naik drastis. Harga normal Rp 175 ribu untuk dewasa, kini sudah naik menjadi Rp 375 ribu.

"Kenaikan ini tinggi sekali," keluh Lolo, Minggu (19/6/2016).

Lolo berangkat menuju Bima melalui Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Senin (20/6/2016).

Lolo juga mengeluhkan susahnya mendapatkan tiket karena hampir semua agen tiket Pelni habis.

"susah juga dapat tiket, beberapa agen habis, ini saya baru dapat tiket di Agus Travel depan pelabuhan," Jelas Lolo.

Namun hal tersebut dibantah oleh Bachtiar Rahim. Ia menjelaskan jika terkait penjualan jelang mudik, tiket PT Pelni tak dijual di Travel.

"Saya yakinkan tidak ada, kalau ada saya siap mengundurkan diri dari jabatan," ujarnya. (*)

Penulis: Alfian
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved