Air PDAM Tak Mengalir, Warga Perumahan Haji Banca Bontoa Maros Mandi Air Galon
Untuk mandi saja, warga terpaksa hanya menggunakan air galong dengan harga Rp 5 ribu per buah.
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Warga Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Maros mengeluhkan pelayanan PDAM pada Ramadan kali ini. Pasalnya sejak Rabu (8/6/2016) kemarin, air PDAM tidak mengalir.
Seorang warga perumahan Haji Banca, Juniati mengatakan, Jumat (10/6/2016) pelayanan PDAM pada tahun ini lebih buruk dan mengecewakan daripada tahun lalu.
Tahun ini, sudah beberapa kali air PDAM berhenti mengalir. Padahal warga tidak memiliki sumber air lain seperti sumur bor dan hanya mengandalkan air PDAM.
"Sudah dua hari, mulai Rabu malam kemarin, air tidak mengalir di rumah saya. Padahal, kami sangat membutuhkan air apalagi bulan puasa. Air di rumah tetangga saya juga tidak mengalir," ujarnya.
Warga mengaku tidak mengetahui alasan PDAM tidak mengalirkan air, padahal sebelum dimatikan, PDAM tidak pernah menyurat atau menyampaikan ke warga, jika air tidak dialirkan lagi.
Untuk mandi saja, warga terpaksa hanya menggunakan air galong dengan harga Rp 5 ribu per buah.
Air tersebut juga digunakan untuk memasak dan cuci piring. Apalagi saat pagi hari, warga akan berangkat kerja.
"Saya heran, kenapa kalau pembayaran, PDAM sangat cepat. Tapi kalau masalah pelayanan, PDAM sangat buruk dan mengecewakan kami selaku konsumen," ujarnya.
Juniati meminta kepada PDAM untuk segera mengalirkan air ke perumahan Haji Banca, sebelum warga marah dan melaporkan PDAM ke pihak berwajib.
Warga menilai, PDAM permainkan warga selaku konsumen dengan tidak mengalirkan air dan bertindak semaunya saja serta tidak memikirkan warga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-pdam-tak-mengalir_20150810_200607.jpg)