Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BBM Naik Belum Berdampak, Harga Cabai Rawit di Maros Tembus Rp65 Ribu

Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan harga justru lebih dipengaruhi oleh kondisi cuaca panas yang berkepanjangan.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
HARGA PASAR - Pedagang di Pasar Tramo Maros, Said saat ditemui di lapaknya, Senin (20/4/2026).Dampak kenaikan BBM non subsidi belum terlihat mempengaruhi harga komoditas bahan pangan di Pasar Tramo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Dampak kenaikan BBM non subsidi belum terlihat mempengaruhi harga komoditas bahan pangan di Pasar Tramo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2026).

Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan harga justru lebih dipengaruhi oleh kondisi cuaca panas yang berkepanjangan.

Sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai dan sayuran, mengalami kenaikan harga disertai penurunan kualitas akibat kemarau.

Salah satu pedagang, Irna, mengatakan harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram.

Sementara cabai keriting dan cabai besar dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram.

“Harga sebelumnya masih di kisaran Rp25 ribu per kilogram,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menyebut kenaikan harga tersebut tidak diikuti dengan kualitas yang baik.

Ia menuturkan, hampir seluruh jenis cabai mengalami penurunan mutu akibat dampak cuaca kering.

“Kualitasnya menurun, seperti mengering. Semua jenis cabai begitu,” katanya.

Kendati demikian, ia menyebut distribusi cabai masih relatif lancar karena pasokan diperoleh dari Pasar subuh.

Namun, tingginya harga membuat daya beli masyarakat menurun.

“Barang gampang didapat, tapi pembeli berkurang karena harga mahal,” tambahnya.

Sementara itu, pedagang lainnya, Said, mengungkapkan hal serupa.

Ia menyebutkan kualitas sayuran dinilai masih rendah akibat kondisi cuaca yang belum membaik.

“Kualitas sayuran turun karena pengaruh kemarau. Stoknya juga kurang,” jelas Said.

Salah satunya pembeli, Salma mengaku kenaikan harga membuat pengeluaran rumah tangganya ikut membengkak.

Sebab, kenaikan harga terjadi tak hanya pada satu komoditi saja, tapi hampir seluruh bahan pokok harganya melonjak tajam.

"Sepandai-pandainya saja mengatur bagaimana, dikurangi pembeliannya, karena kalau mau belanja langsung banyak, boncos juga," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved