Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini Ceritanya, Kenapa Tak Ada Ayah Mereka di 'Biskuit Lebaran' ini dan Desainnya Masih Begitu Saja

Selama puluhan tahun di Indonesia, Lebaran kerap identik dengan biskuit kaleng merek Khong Guan.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
KHONG GUAN INDONESIA
Kaleng biskuit Khong Guan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Selama puluhan tahun di Indonesia, Lebaran kerap identik dengan biskuit kaleng merek Khong Guan.

Biskuit itu sangat khas sebab dari tahun 1971 hingga sekarang, di tengah majunya seni grafis, gambar pada kaleng tak pernah berubah.

Gambarnya adalah dua anak sedang menikmati biskuit di meja dan kursi makan.

Lalu, ibunya sambil menghidangkan minuman menyerupai teh atau kopi.

Namun, kerap menjadi pertanyaan, ke mana ayah dari anak itu?

Apakah mereka anak yatim?

Oh, ternyata tidak.

[Kaleng biskuit Khong Guan. FOTO: KHONG GUAN INDONESIA]

Ayah mereka atau suami sang ibu yang menghidangkan minuman adalah sosok di balik gambar pada kaleng biskuit legendaris tersebut.

Namanya adalah Bernardus Prasodjo, si tukang gambar atau creative designer kaleng Khong Guan.

[Bernardus Prasodjo (kiri) dan gambar kaleng biskuit rancangannya. FOTO: GOOD NEWS FROM INDONESIA]

Bernardus memilih gambar itu sebagai gambaran keluarganya yang harmonis saat dirinya masih berusia 24 tahun.

Mantan pengajar desain grafis pada Lembaga Pendidikan Komputer Terpadu Gramedia tersebut ingin keluarga yang menyantap biskuit aneka jenis itu serupa dengan keluarganya.

Selain kaleng biskuit Khong Guan, pria asal Bandung ini rupanya turut menjadi desainer gambar kaleng wafer Nissin.

[Kaleng wafer rasa coklat Nissin. FOTO: SUKAMART.COM]
Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved