Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

VIDEO ON DEMAND

VIDEO: Enam Bulan Pelihara Kambing Etawa Turatea, Bhany Hasilkan Rp 20 Juta

Untuk saat ini, Bhany mengaku belum menjual susu kambing sebab fokus meningkatkan jumlah kambingnya.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi

TRIBUNJENEPONTO.COM, TURATEA - Modal Rp 40 juta dan tekad kuat, Bhany Supriadi (29), warga Dusun Borong Tala, Desa Pa'rasangan Beru, Kecamatan Turatea, Jeneponto, memutuskan membeli tujuh ekor kambing Etawa untuk dikembangkan biakkan.

Setelah enam bulan, kambing Etawa Turatea, demikian Bhany menamakan kambing ternaknya, telah menghasilkan separuh dari modalnya, yaitu Rp 20 juta.

"Rp 20 juta itu setelah menjual tiga ekor kambing, kotoran, dan urine kambing untuk dijadikan pupuk kandang," kata Bhany yang telah menyiapkan lahan tiga hektar untuk mengembangkan peternakan kambing Etawa Turatea miliknya.

Dia mengatakan, usaha yang digelutinya sangat menguntungkan.

Anak kambing (cempe) yang baru berumur sepekan saja, harganya sudah Rp.2,5 Juta, urinen kambing dijual Rp 2 ribu per liter dan kotoran kambing Rp 15 ribu perkarung, sedangkan susunya seharga Rp 150 ribu per liter.

Untuk saat ini, Bhany mengaku belum menjual susu kambing sebab fokus meningkatkan jumlah kambingnya.

"Sekitar tiga bulan kedepan baru saya bisa jual susunya," ujarnya.

Dilansir Wikipedia, kambing Etawa didatangkan dari India yang disebut juga kambing Jamnapari.

Tinggi kambing jantan berkisar antara 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter.

Bobot yang jantan bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram.

Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. Baik jantan maupun betina bertanduk pendek.

Kambing jenis ini mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. Keturunan silangan (hibrida) kambing etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai kambing “Peranakan Etawa” atau “PE”.

Kambing PE berukuran hampir sama dengan etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia.

Berikut video penjelasan Bhany.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved