Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Maddusila Keluar Masuk Balla Lompoa Tanpa Diketahui Ribuan Satpol PP

Meskipun dilarang memasuki kawasan istana, namun rupanya Maddusila berhasil masuk ke dalam istana

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ilham Arsyam
TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
Calon Bupati Gowa nomor urut 4, Tenri Olle YL, bersalam dengan Andi Maddusila Patta Nyonri di depan Istana Balla Lompoa, Jl. Wahid Hasyim, Minggu (13/12/2015). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Raja Gowa ke-37 I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II mengungkapkan berhasil masuk ke dalam istana Balla Lompoa yang dijaga ribuan Satuan Polisi Pamong Praja, Sabtu (28/5/2016) malam.

Maddulisila ke istana Balla Lompoa untuk menggelar prosesi pelantikan dirinya menjadi raja.

Padahal sebelumnya, Maddusila dilarang menginjakkan kaki ke dalam istana.

Maddusila mengaku mampu masuk dan keluar dari Balla Lompoa dengan bebas tanpa sepengetahuan ribuan Polisi Pamong Praja yang ditugasi menjaga Balla Lompoa.

"Berbagai prosesi adat-istiadat telah kami lakukan dimulai dari pemilihan, pelantikan, hingga penobatan hari ini. Alhamdulillah kami sudah melalui pelantikan kemarin malam di Balla Lompo, entah sengaja atau tidak tapi Pol PP ada di situ, apakah mereka melihat kami atau tidak, kami tidak tahu, kami serahkan semuanya kepada Allah," kata dia.

Maddusila melanjutkan, ia bisa masuk dengan bebas ke istana karena itu memang merupakan milik kerajaan.

"Kunci Istana bahkan kunci benda-benda pusaka pun kami pegang, jadi kami bisa masuk jika kami mau," ungkap dia.

Dalam pelantikan menjadi raja, ada lima komponen yang harus dilengkapi oleh seorang raja ketika akan dilantik, dari lima komponen tersebut di antaranya memakai salokoa mahkota, memakai ponto jangan-jangan, dan memakai polara rantai manila.

"Kelima komponen itu adalah syarat untuk menjadi raja, dan semuanyasudah kita pakai kemarin malam," ungkap dia.

Andi Baso Mahmud selaku Tumailalang Lolo kerajaan gowa, yang juga ketua panitia pelantikan mengatakan, acara yang digelar di hotle horison tersebut adalah penobatan raja sekaligus pelantikan struktur Dewan Kerajaan dan dewan adat.

"Pelantikan sudah digelar tadi malam di Balla Lompoa, hariu ini adalah penobatan dan pelantikan struktur dewan adat dan dewan kerajaan. Terdapat delapan orang yang masuk dalam struktur dewan kerajaan, dan 21 orang dewan adat, " jelasnya.

Penobatan ini sendiri dihadiri berbagai raja-raja dari berbagai penjuru nusantara, bahkan dari kerajaan Singapura pun turut ambil bagian. Mereka di antaranya Ketua Waris Kesultanan Singapura Istana Kampong Gelam Tengku Mohd Shawal Bing Tengku Abdul Azis, dan Pakualam yang mewakili Pakualam Sembilan Al Haj, Kanjeng Pangeran Hario Wiroyudho.

Raja Gowa Maddusila melanjutkan, setelah dirinya secara resmi menjadi Raja Gowa, ada beberapa hal yang akan ia lakukan. "Saat ini kegiatan budaya di Kabupaten Gowa bisa dibilang hilang, dan untuk itu kami akan berikan semangat agar masyarakat kembali ke jati diri mereka masing-masing, dan kami ingin luruskan hal-hal yang keliru seperti halnya persoalan Balla Lompoa." kata dia.

Menurutnya, Istana Balla Lompoa adalah milik kerajaan yang didirikan oleh raja Gowa ke 35, Karaeng Bontonompo. Bukan milik pemerintah yang kemudian melarang aggota kerajaan masuk ke dalamnya.

Ditanya perihal tak bebasnya ia menggunakan Istana balla Lompoa yang kini dijaga ketat Satpol PP, Maddusila menyalahkan pemerintah setempat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved