Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemerintah Dinilai Tak Serius Tuntaskan Persoalan Literasi di Makassar

"Jika kurang pengetahuan ayo membaca, jika sudah pintar ayo membaca lebih banyak lagi," katanya.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ina Maharani
Pemerintah Dinilai Tak Serius Tuntaskan Persoalan Literasi di Makassar - indira-mulyasari-kiri-dan-penulis_20160514_235121.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Wakil Ketua DPRD Makassar, Indira Mulyasari (kiri) dan Penulis, Aan Mansyur (ktiga kanan) menjadi narasumber pada dialog Literasi yang berlangsung di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawqasih, Makassar, Sabtu (14/5/2016).
Pemerintah Dinilai Tak Serius Tuntaskan Persoalan Literasi di Makassar - makassar-mengadakan-dialog_20160514_180624.jpg
TRIBUN TIMUR/SALDY
Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Makassar mengadakan dialog Literasi di kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar,

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Makassar mengadakan dialog Literasi di kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih no 430, Makassar, Selasa (14/5/2016).

Tema dari acara ini yakni Memperkuat Pondasi, Membumikan Budaya Literasi Dalam Bingkai Pelajar Berkemajuan.

Ketua IPM Makassar Alamsyah mengatakan pihaknya sengaja mengadakan dialog ini, untuk mencari jalan keluar atau solusi terhadap fenomena digital yang kian hari kian menjamur dikalangan para anak dan remaja.

Hal tersebut dinilai, akan mempengaruhi pemahaman para pelajar dalam menjajaki ilmu pengetahuan di sekolah.

"Salah satu yang trend dikalangan remaja saat ini yakni foto Selfie, dibanding membaca buku-buku mata pelajaran di sekolah," ujar Alamayah.

Olehnya itu dengan kehadiran Wakil Ketua DPRD Makassar Indira Mulyasari dan Penulis Aan Mansyur di dialog Literasi ini dapat mendapat jalan keluar dari permasalahan ini.

Saat itu, Wakil Ketua DPRD Makassar Indira Mulyasari mengakui bahwa saat ini Pemerintah tidak fokus menangani persoalan literasi.

Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya pembahasan atau aspirasi dari pemerintah untuk membuka atau membuat program baca, baik di Perpustakaan atau di taman baca.

"Olehnya itu ini akan menjadi perhatian saya. Tugas saya bagaimana agar pemerintah bisa mengadakan program yang membuat ruang kepada para remaja untuk menikmati bacaan dalam pengetahuan luas," kata Indira.

Terpisah, Penulis Aan Mansyur menyebutkan bahwa jalan keluar dari persoalan Literasi adalah dimulai dari diri sendiri.

Menurutnya, kesadaran diri sendiri akan membaca dapat merubah masa depa dari anak itu sendiri.

"Jika kurang pengetahuan ayo membaca, jika sudah pintar ayo membaca lebih banyak lagi," katanya.

Dalam diskusi itu, yang tak lain pesertanya mahasiswa dan siswa Muhammadiyah, menyarankan untuk tidak mood dalam membaca.

Selain itu persoalam Literasi kata Aan ini juga terletak dari kesalahan pemerintah yang hanya menguruai proyek -proyek besar, salah satunya reklamasi di Pantai Losari.

Ia mengungkapkan reklamasi itu membutuhkan biaya yang besar, berbeda dengan rehabilitasi Perpustakaan.

Dari situ, menurut Aan saat ini Pemerintah tidak serius dalam menangani persoalan Literasi

Ia hanya berharap, kedepan Pemerintah perlu cermat dan memikirkan masa depan anak Mkaassar melalui membaca.

"Paling tidak setiap lorong ada perpustakaan," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved