Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

CITIZEN REPORTER

Heboh, Aksi Thai Girl di Pattaya

Travel Story: Andi Tenri Yulia, Warga Makassar

Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani
CITIZEN REPORTER/Tenri
kuliner di Pattaya 

Travel Story: Andi Tenri Yulia, Warga Makassar

PATTAYA. Kota wisata di teluk Thailand, tepatnya di Provinsi Chonburi. Inilah kota yang menjadi destinasi paling menarik diperbincangkan sebelum keberangkatan saya bersama teman- teman pada Kamis (5/5/2016). Tak semata wisata pantainya, melainkan juga wisata pertunjukan yang kabarnya penuh dengan kehebohan.

Kami berangkat dari Jakarta terbagi dalam dua rombongan. Yang pertama berangkat pagi, kedua siang. Saya berada pada rombongan kedua, berangkat dari Jakarta dengan menggunakan Thai Airways sekitar pukul 12.30 WIB.

Penerbangan ke Bandara Svarnabhumi, Bangkok, sekitar tiga jam. Untuk menuju Pattaya, kami menempuh jalan darat menggunakan bus sekitar dua jam. Tiba di Pattaya sudah malam, tidak bisa lagi melihat sunset di pantai.

Cerita tentang pantai Pattaya tidak menarik. Yang seru adalah cerita dari Delon, tour guide, saat kami masih berada di bus. Ia menjelaskan tentang wisata malam. Mulai dari Thai Girl Show, 69 Show, hingga Cabaret Show.

Thai Girl Show menampilkan perempuan dengan kemampuan khusus menggunakan bagian tubuh, mulai dari merokok hingga membuka botol. Sedangkan 69 Show menampilan laki-laki juga dengan kemampuan khusus seperti mengangkat botol minuman dengan menggunakan bagian tubuh lainnya. Akan halnya Cabaret Show, ini pentas para perempuan cantik yang sesungguhnya lelaki. Mereka menyebutnya Lady Boy.

Ketika baru memasuki kota Pattaya, sudah terlihat pemandangan yang aneh. Di beberapa bangunan ada ruang kaca yang berisi perempuan yang sedang menari erotis dengan pakaian minim. Kata Delon, sang pemandu tur, itu belum apa- apa karena semakin masuk ke perkotaan akan semakin banyak penampakan aneh.

Wisata pantai maupun kuliner kalah heboh dengan wisata khusus ini. Thai Girl Show yang digelar di Arena (mirip stadion) paling banyak diminati oleh pelancong.

Setiap pentas berlangsung selama satu jam. Pengunjung, baik pria maupun wanita, tidak diperbolehkan membawa HP maupun kamera. Berapa tarif masuk? Kalau di loket tercantum 1.500 baht. Tapi, untuk rombongan kami, mendapat harga khusus, yakni hanya 800 baht atau sekitar Rp 300 ribu.

Sebenarnya, dari cerita pemandu tur, sudah terbayang bagaimana aksi para perempuan Thailand ini. Mereka memiliki keterampilan khusus dalam menggunakan bagian tubuh untuk melakukan banyak hal. Perlu latihan khusus untuk mencapai keterampilan seperti itu. (*)
Kulineran di Pattaya

Kami singgah makan di sebuah restoran, namanya Scala Restaurant. Sejak di Tanah Air, banyak teman sudah mengingatkan bahwa sangat sulit mencari makanan halal di kota ini. Harus banyak bertanya, dan jawaban yang didapat pun belum tentu benar. Saya akhirnya hanya makan manggo rice, meski juga tak yakin makanan ini sepenuhnya halal.

Kami menginap di A-One The Royal Cruise Hotel. Lokasinya tepat berhadapan dengan pantai, jadi setelah rehat sejenak bisa langsung menginjakkan kaki di pasir putih. Tak terlalu istimewa, malah sebenarnya lebih cantik pantai di Bali.

Di kawasan pantai banyak kedai kuliner yang beraneka macam. Buah, mulai dari mangga hingga kelapa muda, siap tersaji. Juga ada makanan laut yang dibakar seperti cumi, ikan, dan kerang.

Sebenarnya, untuk wisata kuliner, kawasan pantai di Pattaya ini tidak sebagus pasar terapung, yang dikenal sebagai Pattaya Floating Market, yang berada sekitar 10 km dari pusat kota. Pasar terapung ini berada di atas sungai buatan seluas 100 ribu meter persegi.

Namanya pasar terapung, maka para penjaja menggunakan perahu untuk memajang dagangannya. Mereka tidak diam di satu tempat, tetapi terus bergerak berkeliling, sehingga tercipta pemandangan yang unik. Pengunjung pun bisa naik ke perahu untuk menimati suasana khas di sungai buatan itu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved