Celebes Explore Tribun Timur
Cerita di Balik Keindahan Air Terjun Tama'lulua dan Bukit Bossolo Jeneponto
Mereka lah yang gotong royong membangun jalan demi pengunjung Tama'Lulua dan Bukit Bossolo.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ilham Mangenre
TRIBUNJENEPONTO.COM, RUMBIA- Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, menyuguhkan keindahan alam yang khas, eksotis: objek wisata Air Terjun Tama' Lulua dan Bukit Bossolo Rumbia.
Namun di balik keindahan dua objek wisata alam ini, ada peran warga setempat dan kepala desanya yang patut dijempol.
Gara-gara kurang perhatian Pemerintah Kabupaten Jeneponto, kepala desa dan masyarakat lah yang gotong royong membangun fasilitas kawasan ini.
Kalau dulunya tak ada akses jalan, kini sudah ada.
Jalanan swadaya itu bak menyambut tim Celebes Explore Tribun Timur 2016 saat berkunjung di daerah ini, Senin (2/5/2016) pagi.
"Ini karunia Tuhan yang harus kita syukuri dengan terus dijaga dan dipelihara," kata Kepala Desa Rumbia, Suprianto Lolo (48), yang menemani tim Celebes Explore Tribun Timur.
Tak hanya jalan, fasilitas umum seperti toilet dan gazebo tempat beristirahat pengunjung telah mereka bangun.
"Para warga di kawasan air terjun ini juga mengikhlaskan sebagian kebun miliknya untuk dibangunkan jalan menuju lokasi air terjun," kata Suprianto.
Kerelaan warganya itu mengundang haru Suprianto.
Karena dana terbatas untuk bangun fasilitas, sang kades pun rela menjual seunit mobilnya.
"Warga di sini ikhlas untuk pembangunan jalan, jadi saya juga rela mobilku saya jual untuk dana pembangunan jalan," kata Suprianto sembari menunduk kepalanya.
Demi kenyamanan pengunjung, Suprianto dan tokoh masyarakat sekitar terbuka untuk dikomplain.
"Kita sediakan kotak keluhan pengunjung. Pernah banyak yang keluhkan tidak ada WC jadi kita bersama warga bangunkan lagi WC," ujar Suprianto.
Untuk pemeliharaan dan kelanjutan pembangunan jalan, pihak desa dan warga menerapkan tiket masuk.
Biaya karcis hanya Rp 2 ribu pengendara roda dua dan Rp 5 ribu untuk yang naik mobil.
"Itu dikumpulkan warga sekarang untuk pemeliharan, demi kenyamanan pengunjung, sedikit demi sedikit."
Kawasan ini berjarak 25 kilometer dari Kecamatan Binamu, pusat Kabupaten Jeneponto.
Dapat ditempuh dengan mengendarai mobil angkutan umum selama 2 jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-terjun-rumbia_20160503_103931.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rumbia-2_20160503_104027.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-terjun-rumbia-5_20160503_104129.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-terjun-rumbia-6_20160503_104222.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-terjun-rumbia-jeneponto_20160503_104405.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-terjun-rumbia-tamalulua_20160503_104406.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/air-terjun-rumbia-jeneponto-4_20160503_104548.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bossolo_20160502_132534.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bossolo_20160502_132543.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bossolo_20160502_132629.jpg)