Kue Bannang-bannang, Kue Wajib di Acara Hajatan Warga Jeneponto
Kue yang terbuat dari tepung beras dan gula merah tersebut biasanya menjadi hidangan wajib dalam acara hajatan.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Mahyuddin
TRIBUNJENEPONTO.COM - Salah satu kue tradisional Sulawesi Selatan ini harus Anda cicipi saat berada di Jeneponto
Masyarakat Jeneponto menyebut kue ini Bannang-bannang.
Kue yang terbuat dari tepung beras dan gula merah tersebut biasanya menjadi hidangan wajib dalam acara hajatan.
Tim Celebes Eksplor Tribun Timur mendapat kehormatan untuk mencicipi kue renyah tersebut saat beristirahat di kediaman Kepela Desa Rumbia di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Senin (2/5/2016).
“Kalau ini makanan tidak ada di pesta pernikanahan tidak lengkapki rasanya itu pesta, " ujar istri Kepala Desa Rumbia, Fatmawati Rahmi menjamu Tim Celebes Eksplore Tribun Timur.
Para tim beristirahat sejenak di rumah itu karena hujan lebat.
Tim di sambut hangat oleh Kepala Desa dengan jamuan makanan tradisional bannang-bannang dengan segelas kopi hangat.
Kopi yang disajikan itu juga adalah hasil olahan warga setempat.
Kue tradisional tersebut diperjualbelikan pedagang kaki lima di sekitar Air Terjun Tama'lulua atau Bukit Bossolo.
Harga kue bannang-bannang Rp10 ribu per bungkus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kue-jeneponto_20160502_140125.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kue-jeneponto_20160502_140324.jpg)