Jeneponto Tak Mau Jadi Penonton MEA, Ini Rencana Iksan
Peraturan daerah (perda) dan masalah perizinan yang bisa jadi kendala Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ilham Mangenre
muslimin emba/tribunjeneponto.com
upacara peringatan hari jadi ke-20 Otonomi Daerah di pelataran Kantor Bupati Jeneponto, Kecamatan Binamu, Senin (25/04/2016).
muslimin emba/tribunjeneponto.com
upacara peringatan hari jadi ke-20 Otonomi Daerah di pelataran Kantor Bupati Jeneponto, Kecamatan Binamu, Senin (25/04/2016).
muslimin emba/tribunjeneponto.com
upacara peringatan hari jadi ke-20 Otonomi Daerah di pelataran Kantor Bupati Jeneponto, Kecamatan Binamu, Senin (25/04/2016).
TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU- Peraturan daerah (perda) dan masalah perizinan yang bisa jadi kendala Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Kabupaten Jeneponto, khususnya.
Begitu menurut Bupati Jeneponto Iksan Iskandar saat sambutan upacara peringatan hari jadi ke-20 Otonomi Daerah di pelataran Kantor Bupati Jeneponto, Kecamatan Binamu, Senin (25/04/2016).
Kendati kedua hal itu akan jadi kendala MEA di Jeneponto,"kita harus menata secara baik agar kita tidak jadi penonton."
Iksan mula-mula membacakan arahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai kesiapan masyarakat dalam menyambut MEA.
Upacara ini juga dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Jeneponto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/upacara-iksan_20160425_101049.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jepot_20160425_101147.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jepot-3_20160425_101219.jpg)